Retak di Jembatan Layang AIr Hitam Mulai Diperbaiki

BusamID
Retak di Jembatan Layang AIr Hitam Mulai Diperbaiki . Foto Istimewa

PUPR Samarinda Perbaiki Median Jalan Mulai 2022

Samarinda, Busam.ID – Respon cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam upaya menangani kerusakan jalan di Kota Tepian mulai terlihat. Seperti yang terjadi di atas Jembatan Layang Abdul Wahab Syahrani (Air Hitam).

Setelah mendapat laporan dari masyarakat akibat badan jalan yang tidak rata dan meliuk di Flyover tersebut, Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jumat (10/12/21) segera bergerak melakukan perbaikan. Hingga berita ini dimuat, perbaikan jembatan layang yang retak di pondasinya itu masih terus digarap. Kepala Seksi Perawatan Jalan dan Jembatan PUPR Samarinda Budi Santoso, mengawasi langsung perbaikan keretakan jembatan layang tersebut.

Sementara itu disinggung kondisi kekinian jalan di Samarinda, terutama ihwal banyaknya keramik pada median yang rusak di Jalan Kadri Oening, Budi menyebutkan pihaknya berencana melakukan perbaikan di awal tahun depan.

“Rencananya di tahun depan kami ada perbaikan semua median yang mengalami lepas keramik, batako atau pondasi di semua poros jalan kota,” ungkap Budi ketika ditemui di Kantor PUPR Samarinda Jalan Ahmad Amin Gunung Lingai.

Terkait alokasi anggaran, Budi menuturkan pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar dana yang dibutuhkan, namun perkiraannya sekitar Rp 400 juta untuk perbaikan fasilitas tersebut.

“Nah untuk anggarannya kalau gak salah itu Rp 200-400 juta. Pos perbaikan itu sudah masuk di APBD Samarinda 2022,” cetus Budi.

Budi melanjutkan jika kondisi keramik pada median jalan yang pecah akan diganti baru. Namun bagian yang tidak rusak pihaknya akan melakukan pengecatan ulang agar terlihat cerah.

“Kalau yang keramik pasti akan dikasi keramik lagi. Sedangkan yang tidak pakai keramik akan kami cat ulang,” imbuhnya.

Menurut Budi, penyebab rusaknya keramik median jalan itu diakibatkan sering tersenggol kendaraan besar. Saat hujan, biasanya media jalan tertutup banjir sehingga tidak terlihat oleh para pengendara.

“Kalau banjir sih tidak. Biasanya itu disenggol truk. Karena median tertutup banjir jadi tidak kelihatan,” pungkas Budi. (mm/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *