Samarinda, Busam.ID – Memasuki hari keenam terbakarnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bukit Pinang di Jalan Suryanata Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (29/9/2023), api masih berkobar.
Bahkan kobaran api sempat muncul di sisi kiri timbunan sampah dan hampir merambat ke lahan yang sudah dipadamkan. Beruntung TNI Polri, BPBD dan relawan yang bertugas di grup 3 mampu segera mengatasinya. Petugas mencegah rambatan api ke lahan yang sudah dipadamkan, dengan cara manual menggunakan ranting pohon dan penyiraman.
Peluang terjadinya titik api di areal yang sudah dipadamkan, diakibatkan faktor cuaca panas ekstrim, adanya gas metana serta hembusan angin.
Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, untuk penanganan kali ini pihaknya terkonsentrasi di bagian bawah jurang, karena di lokasi tersebut terdapat titik api yang besar.
“Kita keroyok yang di situ untuk fokus pemadaman. Personil dan 2 unit excavator dikerahkan malam ini. Kita ada tambahan excavator long arm dari kontribusi perusahaan, ditambah tadi ada masuk excavator mini dari BPBD Kota Samarinda,” terang Suwarso.
Suwarso menyebut, perintah Wali Kota terkait pemadaman secara penuh 24 jam sangat efektif, sehingga luasan area yang terbakar segera susut/berkurang.
“Ada sekitar 2 hektar lagi yang terbakar,” ucapnya.
Suwarso mengatakan, kendala di lapangan dalam penanganan kebakaran sampah di TPA Bukit Pinang adalah lokasi yang terbakar di daerah jurang, sumber air yang cukup sulit, titik api yang jauh dan peralatan yang terbatas.
Disinggung dampak asap terhadap masyarakat yang ditimbulkan dari terbakarnya plastik sampah tersebut, Suwarso mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota.
“Ada tim kesehatan lingkungannya yang sudah melakukan survey terlebih dahulu. Nantinya apakah akan ada tindakan penanganan, entah itu nanti dengan pembagian masker ataupun cara lainnya, tim dari Dinas Kesehatan yang akan langsung ke TKP,” paparnya.(Zul)
Editor : A Risa








