Samarinda, Busam.ID — Polemik antara petugas keamanan dan media Busam.ID di kawasan Pasar Pagi Samarinda akhirnya memasuki babak baru. Setelah sempat viral di media sosial, persoalan tersebut berujung permintaan maaf dan kesepakatan damai dari kedua belah pihak.
Sebelumnya, aktivitas siaran langsung (live) Busam.ID Selasa (11/8/2026) berujung ketegangan setelah seorang petugas sekuriti diduga melontarkan ucapan “media busuk” kepada reporter Busam.ID, RH.
Identitas petugas tersebut kemudian diketahui bernama Panji Asmoro. Hal itu terungkap dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Rabu (12/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Panji secara pribadi menyampaikan permohonan maaf atas perkataannya yang dinilai tidak pantas.
“Saya yang viral kemarin. Saya secara pribadi meminta maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan saya mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada media Busam.ID,” ucap Panji.
Ia menjelaskan, ucapan tersebut merupakan luapan emosi sesaat dan tidak ditujukan kepada institusi maupun media Busam.ID.
Panji mengaku menyesali kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk lebih mampu mengendalikan emosi saat menjalankan tugas.
Ia juga berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa serta berupaya lebih sabar dan berhati-hati dalam menghadapi situasi di lapangan.
Permintaan maaf juga disampaikan pihak perusahaan tempat Panji bekerja. Muhammad Fikir, selaku Manajer Operasional PT Sejahtera Al Barokah, menyampaikan permohonan maaf atas nama perusahaan kepada pihak Busam.ID atas insiden yang melibatkan anggotanya.
Ia menjelaskan, PT Sejahtera Al Barokah merupakan perusahaan yang mendapat pekerjaan untuk melakukan pengamanan di kawasan Pasar Pagi Samarinda.
“Pada prinsipnya, dengan kejadian ini, atas nama perusahaan saya meminta maaf. Saya selaku operasional meminta maaf atas tindakan anggota saya,” ujar Fikir.
Menurut Fikir, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan, khususnya dalam meningkatkan profesionalitas anggota sekuriti saat menjalankan tugas.
Ia menegaskan, setiap petugas keamanan wajib menjalankan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan, termasuk mengedepankan sikap senyum, salam, dan sapa dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Namun, dalam insiden tersebut, Panji dinilai terpancing emosi hingga mengeluarkan ucapan yang tidak semestinya.
Selain meminta maaf, pihak perusahaan juga memastikan akan melakukan evaluasi internal terhadap Panji. Fikir mengatakan, Panji akan diberikan sanksi administratif berupa surat peringatan atas tindakannya tersebut.
“Karena terpancing emosi dan tidak bisa terkontrol, sehingga mengeluarkan ucapan yang tidak baik. Secara administrasi nanti akan ada surat peringatan dari kami,” jelasnya.
Menurutnya, sanksi tersebut sekaligus menjadi bentuk pembinaan agar seluruh anggota sekuriti lebih mampu menjaga sikap dan profesionalitas ketika menjalankan tugas di lapangan.
Terlebih, petugas keamanan merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga dituntut mampu mengendalikan emosi dan menjaga komunikasi.
Setelah melalui pertemuan dan komunikasi antara kedua belah pihak, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara baik-baik.
Pihak Busam.ID dan Panji Asmoro sepakat berdamai serta tidak memperpanjang persoalan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.
Proses perdamaian tersebut disaksikan oleh Pimpinan Redaksi dan Redaktur Busam.ID, Kepala Dinas Perdagangan, serta Manajer Operasional PT Sejahtera Al Barokah.
Kedua pihak sepakat menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi bersama dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. (zul)
Editor: M Khaidir


