Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan proyek normalisasi daerah aliran sungai (DAS) Ampal akan mulai dikerjakan pada September 2022 ini.
Hal ini merupakan upaya yang dilakukan dalam menangani permasalahan banjir yang ada di Balikpapan.
Program penanggulangan masalah banjir merupakan salah satu program prioritas yang dijanjikan oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud ketika mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Pilkada Balikpapan 2020 lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli mengatakan, dalam menanggulangi banjir pihaknya masih fokus pada pengerjaan normalisasi DAS Ampal.
Proyek multiyears ini tahap lelangnya sudah selesai. Namun bulan Agustus ini, pihaknya baru akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, sebelum pengerjaan fisiknya di bulan September 2022.
“Insya Allah pengerjaan fisiknya di tahun 2022 ini. Yakni bulan September. Jadi nanti sebelum proses pengerjaan fisik berjalan, kami juga akan melakukan sosialisasi. Sosialisasinya pun nanti akan dilakukan secara bertahap. Karena nantinya akan ada beberapa tempat,” terang Yusri, Minggu (31/7/2022).
Ia menyampaikan, untuk anggaran pengerjaan fisiknya itu sebesar Rp 143 miliar, yang dialokasikan untuk membiayai pengerjaan fisik di beberapa titik di DAS Ampal yang meliputi, seputaran Balikpapan Baru, Global Sport, dan aliran air yang ada di perumahan Wika.
Sementara, lanjutnya, untuk pengerjaan di tahun ini, sudah masuk di program asistensi. Yang jelas di tahun 2022 ini, pihaknya masih terfokus dalam penanganan masalah banjir di kota Balikpapan.
“Dalam pengerjaan proyek normalisasi DAS Ampal rencananya akan dilakukan secara multiyears, dan pengerjaannya akan ditargetkan selama 3 tahun di anggaran perubahan 2021, 2022 dan juga 2023,” ujarnya.
Ditambahkannya, dengan penanganan dan pengerjaan di tahun 2022 ini. Ketika nantinya masuk di tahun 2023. Pihaknya berharap masalah genangan air di DAS Ampal dan sekitarnya sudah mulai berkurang.
“Sebab penanganan yang lebih besar, maka masih perlu dilakukan di DAS Ampal. Kemudian untuk proyek multiyears ini nanti akan menggunakan APBD Balikpapan,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID








