Tak Bisa Keluarkan Pelat Merah, Alasan Pemkot Samarinda Pilih Sewa Mobdin Wali Kota Senilai Rp160 Juta Perbulan

Busam ID
Grafis. Foto by Uca/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota Samarinda memilih menyewa mobil Land Rover Defender untuk tamu dengan biaya sekitar Rp160 juta per bulan setelah rencana pembelian kendaraan operasional senilai sekitar Rp4 miliar pada 2022 tidak terealisasi.

“Awalnya memang kita rencanakan beli 2022 ada anggaran sekitar Rp4 miliar, tapi pemkot gak bisa beli cash karena tidak bisa mengeluarkan pelat merah, jadi akhirnya dipilih skema sewa mobil Defender itu,” ujar Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan, saat dikonfirmasi di Balai Kota Samarinda, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan kendaraan tersebut disewa dari PT Indorent yang berbasis di Jakarta dengan kontrak yang berjalan sejak 2023 hingga akhir 2026. “Nominalnya sekitar Rp160 juta per bulan. Semua penuh pertimbangan, kami koordinasi ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sesuai aturan pengadaan barang dan jasa, diperbolehkan menggunakan skema sewa,” katanya.
Menurutnya, skema sewa juga dipilih karena seluruh biaya perawatan dan servis kendaraan menjadi tanggungjawab penyedia jasa, sehingga pemkot tidak perlu menanggung biaya pemeliharaan.

“Pertimbangannya juga efisiensi. Biaya servis dan pemeliharaan ditanggung PT Indorent. Selain itu kendaraan menggunakan pelat daerah sehingga pajaknya kembali ke daerah,” jelasnya.

Secara administratif kendaraan tersebut dicatat sebagai mobil tamu pemerintah kota yang digunakan untuk melayani pejabat atau tamu VIP yang berkunjung ke Samarinda. “Memang pak wali sering pakai bergantian. Kalau kegiatan di dalam kota biasanya pakai Toyota Camry sebagai mobil dinas resmi, tapi kalau ke lapangan kadang menggunakan Defender,” tuturnya.

Terkait kelanjutan penggunaan kendaraan tersebut setelah kontrak berakhir pada 2026, Dilan mengatakan keputusan akan bergantung pada kondisi anggaran daerah dan arahan pimpinan. “Kalau mau diperpanjang nanti dilihat lagi dari anggaran dan arahan pimpinan. Kalau tidak, ya kontraknya selesai di 2026,” pungkasnya.(uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *