Tak Sanggup Bayar Korbannya, Tersangka Penilpuan Arisan Online Serahkan Diri Ke Polisi

BusamID
Tersangka kasus penipuan arisan online dihadapkan saat press conference dengan awak media, Senin (24/10/2022). Foto by Dicky

Samarinda, Busam.ID – JLK, resmi ditetapkan tersangka arisan online. Wanita berusia 25 tahun tersebut dihadirkan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli ke hadapan media dalam press conference kasus penipuan dan penggelapan dengan modus operandi arisan online di halaman Mako Polresta Samarinda, Senin (24/10/2022).

Tersangka saat diwawancarai awak media mengaku aksi yang dilakukannya berdasarkan keinginannya sendiri.

“Tidak belajar melalui media sosial, hanya ide sendiri aja. Cuma memang awalnya arisan ini ada yang jual karena tidak bisa menutupi, akhirnya saya buka arisan palsu,” kata JLK.

Dirinya mengaku mengelola arisan online tersebut sejak tahun 2018 dan tidak bermasalah sehingga para korbannya berani menyetorkan uang dalam jumlah yang cukup besar.

“Arisan ini mulai bermasalah di bulan Juli. Saya tidak bisa membayar member karena jangkanya yang terlalu dekat. Misalkan member menyetor uang Rp 50 juta dan mendapat keuntungan hingga Rp 96 juta dalam waktu empat hari, saya tidak sanggup,” terangnya.

Tersangka juga mengelak, kalau uang arisan tersebut digunakan untuk kebutuhan rumah tangganya, termasuk kendaraan roda empat yang dimilikinya.

“Saya hanya mendapatkan keuntungan dari member, baik berupa barang maupun uang tunai,” jelasnya.

Karena sudah kewalahan, JLK memutuskan untuk menghentikan arisan online ini dengan cara siaran langsung di media sosial dan meminta kepada korbannya untuk bertemu di rumahnya.

Karena tidak ada keputusan akhir, akhirnya JLK menyerahkan diri ke Polresta Samarinda
Sebelum digiring petugas untuk dimasukkan ke dalam sel tahanan, JLK mengucapkan permintaan maaf kepada para korbannya.

“Saya minta maaf dengan orang yang telah saya rugikan, saya menyerahkan diri ke sini (Polresta Samarinda. Red) karena memang saya tidak ada niat mau kabur, saya ada itikad baik, cuma kalau untuk sekarang didesak harus bayar sekian-sekian saya belum sanggup,” imbuhnya. (dic)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *