Tak Sembarangan, Begini Proses Seleksi Sekdakot Samarinda

Busam ID
Maradona Abdullah. Foto by Uca/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Proses seleksi Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda yang baru dilantik Kamis (4/3/2026) disebut tidak dilakukan secara sembarangan. Calon yang ikut seleksi merupakan aparatur sipil negara yang lebih dulu masuk kelompok terbaik dalam sistem manajemen talenta milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Kota Samarinda, Maradona Abdullah, menjelaskan calon Sekda diambil dari sistem Box Nine dalam aplikasi manajemen talenta BKN bernama Si Mata.

“Nah kenapa box 9? Karena box 9 ini adalah orang-orang terbaik,” jelas Maradona, Kamis (2/3/2026).

Ia mengatakan, penilaian dalam sistem itu mencakup kompetensi, potensi, kinerja, jenjang pendidikan, pengalaman, hingga rumpun jabatan. Karena berbasis sistem BKN, pemkot disebut tidak bisa ikut campur dalam penilaian awal.

“Jadi kita tidak bisa ikut campur, karena sudah sistem dari BKN,” katanya.

Menurutnya, dari kelompok box 9 itu, nama-nama yang masuk rencana suksesi kemudian diundang mengikuti seleksi. 5 besar yang muncul lalu dikalibrasi menjadi 3 besar, sebelum Wali Kota menentukan 1 nama. “3 besar itu nanti hak prerogatif Wali Kota untuk memilih yang terbaik,” terangnya.

Maradona menyebut dari proses itu, Neneng Kamelia Santi akhirnya terpilih. “Jadi ASN terbaik untuk menduduki jabatan sekretaris daerah, makanya kami panggil sistem itu,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *