Bontang, Busam.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Talkshow Perempuan dan Literasi Digital bekerja sama dengan Busam.id sebagai media partner.
Talkshow yang digelar di Hotel Bintang Sintuk, Bontang, Sabtu (17/6/2023) tersebut dipandu moderator Muhammad Khaidir, Redaktur Pelaksana Busam.ID dan dihadiri peserta yang didominasi perempuan, diantaranya Gabungan Organisasi Wanita (GOW) PKK Kota Bontang, Darma Wanita (DWP), dan Sempekat Keroan Bini Kutai ( SERANTAI ) kota Bontang.

Kepala diskominfo Kaltim Muhammad Faisal yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan, masyarakat diminta untuk cerdas menggunakan sosial media di tengah era percepatan digitalisasi.
“Kita tahu, masyarakat kita ini rata-rata menggunakan internet selama 1-5 jam perhari. Dengan waktu selama itu tentu bukan hanya sedikit pasti kita menemui berita-berita hoaks. Oleh sebab itu literasi digital sangat penting bagi kita demi mengimbangi percepatan transformasi digital,” ucapnya.

Dikatakannya, melihat data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2022, terdapat 78,19 persen atau 215 juta jiwa dari 275 juta jiwa penduduk Indonesia yang mengakses internet.
“Indonesia sendiri, saat ini masuk urutan ke-9 dari 10 negara yang kecanduan media sosial dari sebuah magazine. Oleh karena itu Indonesia ini sering menjadi sebuah lahan. Kalau niatnya baik tidak apa-apa, bisa jadi peluang untuk digital marketing,” tambahnya.
Sementara Ketua Bapemperda DPRD Kaltim Rusman Ya’qub menyampaikan tentang perlunya menelaah informasi yang masuk dalam kehidupan, dengan cara meningkatkan literasi digital yang kuat, sehingga bisa bersama menangkal hoaks.
Ditambah lagi kebiasaan anak muda saat ini, menerima informasi langsung dishare tanpa disaring terlebih dahulu.
“Ini yang bahaya ya, tidak adanya penyaringan membuat kita rentan. Padahal informasi yang kian cepat ini bisa menjadi hal positif di bidang ekonomi digital,” ungkapnya.
Menurut Rusman, ada dampak baiknya terhadap pemanfaatan ekonomi digital di masyarakat saat ini.
“Sekarang orang berbelanja tidak perlu keluar rumah sudah bisa, ada e-commerce. Bahkan pesan makan saja tidak perlu ke warung, semua serba online. Ditambah lagi penjaga gerbang tol, pencatat meteran listrik dan lainnya, sekarang berubah jadi e-money,” tambahnya.
Lebih lanjut nara sumber lainnya Ketua FJPI Kaltim Tri Wahyuni memaparkan, peran pentingnya media di dalam literasi digital.
“Media punya peran penting, karena media yang sudah tergabung di Dewan Pers, sudah memiliki SOP tersendiri berlandaskan dari KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dan terdapat penyaringan di dapur redaksi. Jika kita mendapatkan informasi hoaks, maka media bisa menjadi salah satu wadah untuk meng-counter isu hoaks,” paparnya.
Selain itu, menurutnya masyarakat saat ini sudah bisa membedakan mana media yang benar dan mana yang abal-abal.
“Biasanya ada beberapa yang bisa dilihat ya, adik-adik mahasiswa bisa melihat di halaman redaksinya, di halaman situsnya. Jika di halaman redaksi tidak ada maka bisa dipastikan media tersebut masih belum jelas. Karena di susunan redaksi itu terdapat nama-nama penanggung jawab jadi semua isi yang di website tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Jadi pintar-pintarlah dalam menyaring informasi melalui platform, salah satunya website portal berita,” tutupnya. (Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir








