Global  

Taman Buah Bisa Jadi Ikon Batu Samarinda dan Genjot PAD

BusamID
Taman Buah Samarinda. Foto: Ist

Samarinda, BusamTV – Destinasi wisata Taman Buah yang pembangunannya diresmikan Mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang di akhir jabatannya pada tahun 2020 lalu, kini telah rampung.

Bahkan walaupun belum resmi dibuka, sektor wisata tersebut kini telah ramai dikunjungi masyarakat Samarinda untuk menghabiskan waktu bersantai. Dan juga diketahui, sarana yang berada di objek wisata itu diduga belum lengkap termasuk pagar pembatas, dan lahan parkir.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Shania Rizky Amalia. Foto: Ist

Merespon hal itu, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Shania Rizky Amalia menyambut baik keberadaan taman tersebut. Dirinya juga menilai, selain menjadi ruang terbuka hijau (RTH), objek wisata Taman Buah diduga kuat bisa meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

“Sebagai contoh membangun kantong parkir secara online atau e-parking, sehingga ada pemasukan, dan juga bisa meningkatkan PAD tentunya,” ungkapnya, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya sebelum dibuka, lahan parkir yang berada di taman tersebut harus ditata semaksimal mungkin oleh Pemkot. hal ini tentu bertujuan untuk meminimalisir pungutan liar di kawasan Taman Buah.

“Tentu jangan sampai lahan parkir di taman buah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain meningkatkan PAD, lahan parkir tersebut juga berguna untuk mengurai tingkat kemacetan di Jalan Slamet Riyadi. Mengingat antusias masyarakat yang berkunjung ke taman itu sangat ramai sehingga tidak memungkinkan jika parkir kendaraan menggunakan jalan utama.

“Harus segera dibangun, jangan sampai nanti malah menambah kemacetan di jalur utama,” ungkapnya.

Shania juga mengatakan, jika Pemkot Samarinda harus memastikan fasilitas penunjang PAD seperti lahan parkir segera dibangun agar saat dibuka untuk umum segala sarana dan prasarana sudah tersedia.

“Kalau fasilitas lengkap, tentu masyarakat pun merasa senang berkunjung di taman itu, sebagai ikon baru juga mendatangkan sumber pendapatan baru untuk Pemkot,” pungkasnya.

Secara terpisah, Komisi III DPRD Kota Samarinda juga memberikan usulan pembangunan pagar pembatas tepi sungai yang berada di Taman Buah. Pembangunan pagar juga berfungsi untuk meminimalir hal-hal beresiko terjadi.

“Tujuan segera dibuatnya pagar pembatas sebagai antisipasi jika terjadi musibah yang dialami pengunjung,” terang Sutrisno kepada awak media Selasa (28/9/2021).

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *