Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengalokasikan dana sebesar Rp 140 miliar untuk program penanggulangan banjir.
“Anggaran skemanya ada di perubahan dan murni. Murni tahun 2022 fisiknya Rp 18 miliar, di perubahan 2022 kurang lebih Rp 43 miliar dan 2023 murni Rp 40 miliar lebih dan perubahan 2023 itu kalau nggak salah Rp 33 miliar,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Faridah, Jumat (2/9/2022).
Menurut Faridah, proyek tersebut terdiri dari pekerjaan penanganan banjir dan normalisasi sungai. Proyek dikerjakan dengan pola multiyears atau tahun jamak sejak tahun 2022 hingga Desember tahun 2023.
Ada tiga titik utama pekerjaannya yakni ruas Jalan MT Haryono depan Global Sport dilakukan crossing dan peninggian badan jalan.
“Outlet dari gorong-gorong Global Sport masuk ke dalam perumahan Wika. Harus ditangani juga jangan sampai bangun disitu di Wikanya, di lainnya nggak, nanti malah meluapnya di Wika. Jadi kami tangani buat saluran di bawah jalan juga,” terangnya.
Titik kedua, lanjutnya, penanganan saluran sekunder, yaitu Jalan MT Haryono mulai dari Hotel Emra Jembatan DAM hingga Toyota Auto 2000 yakni pelebaran drainase.
Titik ketiga, pembersihan sedimen dan bongkahan beton di bawah jembatan DAM dan jembatan depan hotel Zurich Jenderal Sudirman.
Secara bersamaan sejak sebulan lalu, dikatakannya, Balai Wilayah Sungai (BWS) melakukan normalisasi Sungai Ampal mulai dari jembatan PDAM Dam hingga Pasar Segar, Balikpapan Baru.
“Mudahan bisa agar bersih primer ampal sehingga daya tampung lebih banyak. Ini masih jalan proyek BWS Kementerian PU,” harapnya.
Ditambahkannya lagi, sepanjang 2022 ini ada 20 lokasi pekerjaan normalisasi sungai dan drainase. Pekerjaan saat ini sedang berjalan dan dalam proses di LPSE.
“Tersebar di Balikpapan mudah-mudahan ini ada manfaatnya kalau hujan, saluran-saluran yang sudah banyak sedimen dengan normalisasi kapasitasnya makin banyak atau posisinya seperti semula,”katanya.
Salah satunya pengerjaan dilakukan SDA dan bidang jalan yakni jalan Balikpapan Baru Pasar Segar yang kerap tergenang jika hujan turun.
“Itu dilakukan bidang jalan tapi karena ada perbaikan jalan dan drainase. Kita minta saluran diperbaiki. Jadi Sekalian. Disitu lebih rendah dan ada cekungan. Kita lakukan pembongkaran, ternyata saluran drainase buntu tidak mengalir ke saluran ke Sungai Ampal sehingga meluap ke jalan depan Pasar Segar. Mudah-mudahan satu titik banjir bisa diatasi,” harapnya.
Selain drainase, pihaknya juga dilakukan pengerukan bendali seperti Waduk Wonorejo yang sedang dikerjakan dan Waduk Gang Kancil pada pertengahan September. (man)
Editor: Redaksi BusamID








