Samarinda, Busam.ID – Sektor hortikultura di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berkembang pesat. Namun masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan masalah infrastruktur irigasi yang belum memadai.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Perjiwa, Juliansyah, mengungkapkan bahwa ketersediaan irigasi yang baik sangat penting, terutama untuk menjaga kualitas tanaman selama musim kemarau.
“Pada musim kemarau, irigasi menjadi tantangan terbesar. Jika infrastruktur irigasi ditingkatkan, hasil hortikultura bisa lebih maksimal,” ujarnya melalui telepon, Kamis (21/11/2024).
Juliansyah menjelaskan bahwa tanaman hortikultura di Desa Perjiwa, seperti cabai, tomat, dan terong, memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, masalah infrastruktur sering kali menghambat pengoptimalan hasil.
“Kami berharap pemerintah dapat terus mendukung perbaikan fasilitas pertanian di Desa Perjiwa. Dengan irigasi yang lebih baik, kami bisa menjaga kualitas tanaman dan meningkatkan hasil produksi,” tambahnya.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sektor hortikultura di Desa Perjiwa telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian warga setempat. Dengan luas lahan sekitar 70 hektare, hasil hortikultura tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah di Kutai Kartanegara.
Juliansyah menegaskan bahwa perhatian pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan pertanian yang berkelanjutan. Ia berharap perbaikan irigasi yang lebih modern dapat segera direalisasikan.
“Potensi hortikultura di Desa Perjiwa sangat besar. Jika infrastruktur diperbaiki, desa ini bisa menjadi salah satu pusat hortikultura terkemuka di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (bing/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


