Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan mentolerir kelalaian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan keracunan yang menimpa 25 siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini berujung pada audit menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber masalah.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan dapur penyedia dihentikan sementara operasionalnya sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kami tidak ingin mengambil risiko sehingga untuk sementara dapur yang diduga terkait harus dihentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” ujarnya saat ditemui, Jumat (13/3/2026).
Sebanyak 25 siswa, mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dilaporkan mengalami gejala mual hebat dan muntah tak lama setelah mengonsumsi menu MBG. Meski tidak ada laporan korban dalam kondisi berat, peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari Dinkes Kaltim.
Jaya menegaskan, jika hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada pengelola dapur.
“Kalau terbukti ada pelanggaran prosedur atau kelalaian, tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung. Keselamatan siswa adalah prioritas utama,” tegasnya.
Saat ini, Dinkes Kaltim bersama Badan Gizi Nasional (BGN) perwakilan Kaltim tengah melakukan penyelidikan epidemiologi. Sejumlah sampel makanan sisa dan bahan baku telah diamankan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Selain investigasi teknis, audit administratif juga dilakukan, termasuk pemeriksaan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan dan distribusi makanan.
Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya celah kontaminasi dalam rantai produksi atau distribusi. Namun demikian, Jaya menegaskan pihaknya tidak akan menyimpulkan secara prematur sebelum hasil uji laboratorium keluar secara resmi.
Langkah tegas ini, kata dia, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas program MBG yang menyasar ribuan siswa di Kaltim.
“Prinsipnya adalah zero accident. Dari ribuan porsi yang disajikan, tidak boleh ada satu pun yang membahayakan kesehatan anak-anak,” pungkasnya. (adit)
Editor: M Khaidir


