Samarinda, Busam.ID – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengakui sejumlah proyek pembangunan di Kota Tepian belum bisa dibuka atau dilanjutkan meski secara fisik telah selesai. Hal itu disampaikannya saat buka puasa bersama (Bukber) Pemkot Samarinda dan insan media di Balai Kota, Jumat (13/3/2026) malam.
Ia menjelaskan infrastruktur seperti terowongan belum dapat dioperasikan karena masih menunggu izin pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT).
“Secara prinsip mungkin sudah siap dipakai, tapi kita tidak boleh spekulasi sebelum ada izin tertulis dari KKJT. Lebih baik pelan-pelan tapi selamat,” ujarnya.
AH – sapaan akrabnya – juga menegaskan tidak pernah ada penambahan anggaran proyek terowongan seperti yang sempat diberitakan. Menurutnya, penambahan anggaran pada pekerjaan yang sudah berjalan tidak dimungkinkan karena melanggar aturan.
“Memang ada kebutuhan penataan disekitar tapi kalau sekadar estetika arsitektur, bisa saja tidak dipenuhi. Tapi kalau sudah menyangkut keselamatan konstruksi, tentu akan kita penuhi walaupun mungkin menghadapi kritik publik,” katanya.
Selain itu, AH juga mengungkapkan pemerintah kota tengah melakukan efisiensi besar-besaran akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Dampaknya, sejumlah program fisik terpaksa ditunda, termasuk lanjutan proyek Teras Samarinda yang seharusnya masuk tahap berikutnya disekitar 2026. “Harusnya tahun ini Teras lanjut ke tahap berikutnya, tapi karena anggaran berkurang kita bertahan dulu,” jelasnya.
Ia menyebut, efisiensi juga dilakukan pada belanja operasional pemerintah, termasuk perjalanan dinas yang kini dibatasi sekitar Rp7 miliar serta belanja makan dan minum kegiatan internal yang sebelumnya mencapai sekitar Rp98 miliar. “Kami harus beradaptasi dengan ruang fiskal yang terbatas, tapi pelayanan publik dan pelayanan dasar harus tetap berjalan optimal,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


