Samarinda, Busam.ID – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim siap menjembatani dalam hal ini berkomunukasi dengan Pemerintah Pusat terkait tuntutan para tenaga pendidik non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar di perguruan tinggi negeri di Kaltim, agar diangkat menjadi ASN.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi menyampaikan hasil tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di gedung E DPRD Kaltim, Rabu (31/5/2023).
Dikatakannya, bukan berarti Dewan selama ini tidak memiliki upaya dan terkesan tak ikut memperjuangkan, hanya saja keterbatasan kewenangan Dewan membuat Dewan hanya mampu mengantarkan keluhan tersebut kepada lembaga legislatif di tingkat pusat.
“Karena ini kan kewenangannya pemerintah pusat, jadi kami akan menyampaikan ini kepada DPR RI, kebetulan kami juga sudah menjalin komunikasi,” ucapnya usai RDP.
Permintaan pengangkatan dari honorer menjadi ASN ini bukan tanpa sebab, wacana penghapusan tenaga honorer menjadi kekhawatiran mereka tidak lagi dapat mengajar. Ditambah dengan hadirnya Ibu Kota Nusntara (IKN) akan berpotensi menambahnya jumlah perguruan tinggi di Kaltim, sehingga diharapkan untuk memenuhi hal itu dapat memanfaatkan tenaga pendidik lokal.
“Jangan sampai setelah nanti semakin banyak perguruan tinggi, kemudian untuk tenaga pendidiknya diambil dari luar,” jelasnya.
Sementara Ketua Forum Dosen Tetap Non ASN Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Sabran mengungkapkan, saat ini sebanyak 50 orang dosen yang mengharapkan pengangkatan itu.
“Apalagi wacana itu akan terjadi pada November ini penghapusan itu dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan adanya penghapusan itu dan dengan tidak melakukan pengangkatan terhadap tenaga pendidik yang ada, maka akan berdampak buruk bagi keberlangsungan mutu pendidikan. Salah satunya, seperti kekurangan tenaga pendidik, menurunnya akreditasi belum lagi mahasiswa juga akan turut dipengaruhi.
“Maka dari itu kami audiensi meminta adanya kebijakan pengangkatan,” pungkasnya. (Adit)
Editor: M Khaidir








