Update Kasus Keributan Di Samping Taman Cerdas: 1 Korban Meninggal Dunia

BusamID
Kombes Pol Ary Fadly. Ft ist

Samarinda, Busam.ID – Yusrani usia 43 tahun korban luka timpas di Jalan S Parman Kelurahan Gunung Kelua Kecamatan Samarinda Ulu samping taman cerdas Senin (4/7/2022) dikabarkan meninggal dunia.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat dikonfrmasi membenarkan kabar tersebut dan langsung menindaklanjuti terkait penganiayaan dan pengeroyokan di Taman Cerdas Samarinda yang berakibat salah satu orang yang terlibat dalam perkelahian tersebut meniggal dunia.

“Kita sudah mengamankan TKP dan mengumpulkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi,” kata Ary, Selasa (5/7/22).

Pihaknya saat ini, lanjutnya, masih akan memberikan perhatian kepada satu orang korban lainnya yang sedang mendapatkan perawatan medis.

“Kita masih fokus pemulihan kesehatan dari salah satu orang yang terlibat perkelahian itu. Dia masih dalam perawatan intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihak Kepolisian akan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui siapa yang menjadi tersangka dalam kejadian tersebut.

Motif dari kejadian tersebut menurut polisi berpangkat melati tiga ini adalah dendam antara AN dan J. Menurut ceritanya, AN baru menghirup udara bebas beberapa waktu lalu.

Karena kesaksian J, AN masuk penjara atas penganiayaan yang dialami J hingga dihukum 15 tahun penjara.

Kepala Unit Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahrani, dr Arysia Andhina memberikan penjelasan saat dikonfirmasi media melalui saluran telepon.

Menurutnya, pasien sejak datang ke IGD RSUD, Senin (4/7/22) sekira pukul 17.30 Wita sudah dalam keadaan koma.

Pasien mengalami pendarahan aktif yang terjadi pada paha kanan dan luka tusuk bagian dada kiri.

“Tindakan yang telah dilakukan terhadap pasien yakni Resusitas Jantung Paru,” ujarnya, Selasa (5/7/22).

Tindakan operasi dan pemasangan alat bantu nafas atau ventilator sudah dilakukan petugas medis RSUD agar pasien terselamatkan.

“Namun hari Selasa ini sekira pukul 04.55 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia. Pasien meninggal akibat syok haemorragic atau syok karena banyak kehabisan darah,” tutupnya. (dic)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *