Samarinda, Busam.ID – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang terjadi terus menerus dalam beberapa hari terakhir, membuat debit air di Waduk Benanga, Desa Lempake, Samarinda Utara meningkat pada level atau titik siaga. Kondisi itu menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, harus menjadi waspada masyarakat. Sebab jika sampai terjadi banjir disebabkan meluapnya tampungan debit air Waduk Benanga, banjir besar dalam durasi lama seperti tahun-tahun sebelumnya, bukan tidak mungkin terjadi.
“Terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), diharapkan bersiap karena potensi luapan air dapat terjadi,” imbau Suwarso pada media Minggu (20/03/33).
BPBD Samarinda sendiri, saat ini masih melakukan pemantauan di kawasan Wisata Budaya Pampang. Berdasarkan pantauan BPBD Samarinda, beberapa titik di kawasan tersebut juga sudah mengalami banjir akibat luapan dari Sungai Pampang.
“Pastinya air yang ada dalam beberapa waktu akan segera turun melimpas ke Bendungan Benanga, bakal mempengaruhi TMA,” ujar Suwarso Minggu (20/3/2022) hari ini.
Mantan Camat Palaran itu membeberkan TMA pada Bendungan Benanga kini telah mencapai titik 7,80, artinya kawasan sekitar Bendungan Benanga juga akan mengalami luapan air dari aliran SKM.
“Terutama pada kawasan Betapus, Bengkuring, Griya Mukti sampai ke Gang Nibung,” sebutnya.
Kewaspadaan masyarakat yang berada di kawasan bantaran sungai diwajibkan untuk terus ditingkatkan sebab berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi sampai sepekan kedepan.
“Belum lagi limpasan dari kawasan atas Bendungan Benanga juga turut mempengaruhi,” ungkapnya.
BPBD yang menangani kebencanaan di Kota Samarinda nantinya akan rutin melakukan pemantauan pada TMA Bendungan Benanga, selain itu sejumlah armada perahu yang dimiliki juga sudah mulai dipersiapkan pada titik berpotensi banjir. (kkc/an)








