Samarinda, Busam.ID – Hujan deras yang mengguyur, Rabu (14/9/2022) dini hari di Kota Samarinda menyisakan dampak kepada pemukiman warga di perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara.
Jumat (16/9/2022) siang, Busam.ID saat melakukan pemantauan langsung di lapangan ketinggian air di kawasan tersebut bervariatif dan tren debitnya terus meningkat. Warga sekita dibuat ketar-ketir dan resah, khawatir rumahnya kebanjiran lagi.
Lurah Sempaja Timur, Sipriyani yang ditemui di lokasi banjir mengatakan, ketinggian air saat ini memang semakin meningkat.
“Dibanding kemarin, ketinggian air meningkat 30 centimeter, dan titik yang tertinggi mencapai 80 centimeter,” kata Sipriyani.
Meski demikian, warga yang terdampak hingga saat ini masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. “Hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi. Mereka memilih tetap untuk bertahan dan membuat andang di samping rumahnya,” ujarnya.
Hanya saja, ada beberapa warga untuk aksesnya keluar masuk terkendala genangan air.”Intinya saat ini yang mereka butuhkan keperluan dapur, keperluan anak-anak,” lanjutnya.
Untuk mengantisipasi ketinggian air semakin meningkat, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Romiansyah mengaku telah menurunkan tiga perahu.
“Hari ini kami turunkan tiga perahu di titik genangan terdalam. Yang pertama di Aspragus 6, Terong 3 dan Terong Pipit 6,” terang Romi.
Dinyatakannya, selain guyuran deras hujan, ketinggian air juga dipengaruhi oleh pasang surutnya air Sungai Mahakam.
Hingga saat ini, genangan air semakin meluas sampai ke perumahan Bumi Sempaja, Griya Mukti Sejahtera, Pemuda dan Gelatik. (dic)
Editor: Redaksi BusamID












