Samarinda, Busam.ID – Gabungan Relawan Komunitas Peduli Sungai Pampang bersama PUPR Kota Samarinda dan TWAP Kota Samarinda melakukan susur Sungai Pampang dengan menggunakan perahu ketinting Selasa (20/6/2023) pagi dan berangkat sekira pukul 09.00 Wita dalam kondisi cuaca sedang turun hujan.
Berbekal jas hujan, mesin senso, alat pengambil sampah dan juga karung untuk pengumpul sampah, petugas dan relawan gabungan melakukan susur sungai dari Bendungan Lempake hingga ke kawasan Desa Pampang.
Motoris ketinting harus lebih ekstra hati-hati saat melintasi alur sungai yang berarus cukup deras serta rerumputan yang tumbuh di sungai tersebut sehingga hanya menyisakan jalan setapak untuk dilintasi oleh tiga perahu ketinting.
Bahkan satu ketinting mengalami patah kemudi dan terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan sedangkan penumpangnya dipindahkan ke perahu ketinting lainnya.
Butuh waktu kurang lebih 2 jam lamanya untuk melintasi Sungai Pampang sepanjang 7 kilometer hingga mencapai jembatan yang biasa dilalui warga untuk menuju kebunnya di kawasan Desa Pampang.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Pampang, Achmad Karni mengatakan, kegiatan tersebut untuk melakukan pengecekan alur sungai terhadap hambatan dan rintangan yang dapat mempengaruhi terhadap aliran sungai tersebut.

“Rintangan dan hambatan yang kami temui saat susur sungai sangat berpengaruh terhadap debit air dari hulu, baik itu kiriman air dari kawasan Tanah Datar maupun Badak Mekar yang nantinya akan kami dokumentasikan dan akan dilaporkan kepada pihak terkait,” terang Karni kepada Busam.ID.
Karni menjelaskan, rerumputan yang tumbuh di sungai terlalu tebal dan mengakibatkan penyempitan aliran sungai sehingga wajar saja jika Lamin Desa Pampang dan di depan Bandara APT Pranoto apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi akan terendam.
Sisi lain dari susur sungai tersebut, selain melakukan pemantauan dan pengecekan kondisi sungai, tim juga melakukan pemotongan dahan dan memungut sampah yang dapat menghalangi perjalanan kegiatan antisipasi banjir itu.
Karni berharap makin banyak kesadaran warga untuk jadi relawan memperhatikan Sungai Pampang, agar kondisi aliran sungai makin lancar sehingga berimbas pada pembuangan air kala hujan tidak sampai menggenangi jalan dan permukiman warga.
“Sungai Pampang tersebut memiliki panjang sekitar 17 kilometer sedangkan yang bisa dilalui oleh perahu hanya 7 kilometer,” jelasnya.

Pihak PUPR Kota Samarinda melalui staft bidang Sumber Daya Air , M Thoriq Yulianto mengatakan akan berkoordinasi terhadap pimpinannya terkait hasil tinjauan saat melakukan susur sungai di Sungai Pampang.
“Kita akan koordinasikan dengan pihak atasan terkait hasil tinjauan ini termasuk beberapa hal yang harus kita sampaikan termasuk pembenahan sungai dari kotoran sampah termasuk rerumputan yang menutupi Sungai Pampang yang kita lalui tadi,” terang Thoriq.
Thoriq berharap semoga ada tindak lanjut dari PUPR Kota agar untuk kegiatan ini.

Sementara Tim Walikota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Franxisca Mariani dalam kegiatan susur Sungai Pampang mengatakan telah melihat secara langsung kondisi sungai yang menyempit serta di kawasan Desa Pampang kerap terjadi banjir limpasan dari air sungai.
“Perlu ada tindakan lanjutan berdasarkan kewenangan masing-masing baik itu dari PUPR maupun Balai Wilayah Sungai,” terang Franxisca Mariani.
Usai kegiatan susur sungai Franxisca Mariani menyebut akan berkoordinasi dengan PUPR Kota Samarinda dan nantinya oleh PUPR Kota Samarinda selanjutnya akan berkordinasi dengan PUPR Provinsi maupun Balai Wilayah Sungai. (Zul)
Editor : A Risa








