Waspadai Penyakit yang Rentan Muncul di Musim Kemarau

Busam ID
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin. Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID –Masyarakat di Kalimantan Timur diimbau untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan yang melanda Samarinda, sudah lebih sepekan ini.

Perubahan iklim yang terjadi ternyata dapat berdampak pada kesehatan manusia. Musim Pancaroba, terkait banyaknya angin, debu dapat menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin saat dikonfirmasi Jumat (4/8/2023) usai mengikuti acara pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur periode tahun 2023-2025 Jumat (4/8/2023) pagi di komplek Kantor Gubernur Kaltim, Gedung Odah Etam Jalan Gajah Mada Samarinda.

“Banyak pencegahan yang dapat dilakukan termasuk melakukan vaksinasi untuk influenza serta vaksinasi lainnya guna mencegah virus terhadap anak-anak agar tidak kena diare,” terang Jaya Mualimin.

Selain penyakit Infeksi saluran pernafasan, diare dan juga influenza, Jaya Mualimin mengatakan panas yang Terik dapat menyebabkan seseorang terkena dehidrasi.

“Kita selalu menghimbau agar selalu hidup bersih, mencuci tangan ketika usai melakukan aktivitas makan dan minum serta olah raga teratur di sore dan pagi hari,” jelasnya.

Tujuan dari olah raga tersebut untuk meningkatkan imunitas daya tahan tubuh manusia agar tidak mudah terserang virus penyakit.

Jaya Mualimin merincikan sejumlah penyakit yang timbul kala kemarau terus terjadi, adalah kulit terbakar terkena sinar matahari, sakit mata, diare, penyakit kulit, batuk dan pilek.

“Salah satu upaya untuk mencegahnya dengan melakukan vaksin,” ucapnya.

Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait adanya warga yang terserang penyakit akibat dampak dari kemarau tersebut.

“Secara risiko sudah mulai ada beberapa yang disampaikna ke Dinas Kesehatan namun kita masih lakukan analisis ada laporan tersebut,” terangnya.

Pihaknya tengah melakukan identifikasi agar dampak penyakit akibat kekeringan tidak meluas. Disebutkan, daerah yang terdampak terlebih dahulu biasanya merupakan bagian kabupaten atau pun kota.

“Daerah yang terdampak terlebih dahulu mungkin seperti Kutai Barat, Kutai Timur dan Berau,” pungkasnya. (Zul)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *