538 Kilogram Sampah Plastik dari Lingkungan Berhasil Diselamatkan

Busam ID
Usai penyerahan hadiah kepada pemenang Plastic Heroes 2026,para peserta dan seluruh tim terlibat berfoto bareng. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 538 kilogram sampah berhasil diselamatkan dari lingkungan dalam ajang Plastic Heroes 2026 yang digelar Kecamatan Sungai Kunjang, Jumat (31/7/2026). Capaian itu menjadi bukti kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini melalui aksi sederhana, yakni mengumpulkan dan memilah botol plastik bekas.

Berbeda dari lomba kebersihan pada umumnya, Plastic Heroes 2026 melibatkan anak-anak berusia 8 hingga 13 tahun sebagai garda terdepan gerakan peduli lingkungan. Mereka berburu botol plastik bekas dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sekitar untuk kemudian dipilah sebelum diserahkan ke bank sampah.

Camat Sungai Kunjang, Dwi Siti Noorbayah, mengatakan kegiatan yang telah memasuki tahun kedua ini dirancang bukan sekadar mencari pemenang, tetapi membangun kebiasaan baru agar anak-anak terbiasa tidak membuang sampah sembarangan.

“Kalau sejak kecil mereka sudah terbiasa mengumpulkan dan memilah sampah, kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Edukasi sejak dini jauh lebih efektif dibanding mengubah perilaku ketika sudah dewasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahun ini seluruh sampah yang dikumpulkan peserta wajib dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah tersebut kemudian disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh hadiah dari panitia, tetapi juga mendapatkan manfaat dari hasil penjualan sampah yang mereka kumpulkan.

“Perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan terbesar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meski kegiatan gotong royong rutin dilakukan setiap pekan, masih ditemukan warga yang kembali membuang sampah sembarangan hanya beberapa hari setelah lingkungan dibersihkan,” terangnya.

Karena itu, Kecamatan Sungai Kunjang memilih menyasar anak-anak sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu membawa kebiasaan baik tersebut ke lingkungan keluarga masing-masing.

Selain mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada peserta. Botol plastik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih dapat didaur ulang menjadi berbagai produk baru, mulai dari ember hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.

Anggota Bidang Infrastruktur, Lingkungan Hidup, dan Ketahanan Iklim Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Sukisman, menilai Plastic Heroes merupakan model edukasi lingkungan yang layak diterapkan di seluruh kecamatan di Kota Samarinda.

“Menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas udara, air, tanah, hingga kesehatan masyarakat,” terangnya.

Ia bahkan berharap edukasi pengelolaan sampah dapat diperluas, tidak hanya sampah plastik, tetapi juga pengolahan sampah organik menjadi kompos dan masuk sebagai bagian dari pendidikan di sekolah.

Dalam kompetisi tersebut, Kelurahan Karang Asam Ulu keluar sebagai juara pertama setelah mengumpulkan 179 kilogram sampah, termasuk 165 kilogram botol plastik. Juara kedua diraih Kelurahan Karang Anyar dengan 127 kilogram sampah, di antaranya 80 kilogram botol plastik, sedangkan Kelurahan Loa Buah menempati posisi ketiga dengan 78 kilogram sampah, termasuk 62 kilogram botol plastik.

Sementara itu, juara harapan diraih oleh Kelurahan Karang Asam Ilir, Teluk Lerong Ulu, Loa Bakung, dan Lok Bahu.

Dengan total 538 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan, Plastic Heroes 2026 membuktikan perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Di tangan anak-anak, botol plastik bekas bukan lagi sekadar limbah, melainkan simbol lahirnya generasi baru yang lebih peduli terhadap kebersihan dan masa depan lingkungan Kota Samarinda.(zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *