Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mematangkan kesiapan Stadion Segiri Samarinda jelang laga perdana Super League 2026/2027 antara Borneo FC dan Persija Jakarta, 5 September 2026.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pencahayaan stadion. Sebanyak 124 unit lampu yang sebelumnya terpasang di Stadion Utama Kaltim, Palaran, kini telah dipindahkan dan dipasang di Stadion Segiri.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, mengatakan pemasangan secara fisik telah mendekati 100 persen. Berdasarkan pengukuran terakhir, tingkat pencahayaan di Stadion Segiri mencapai 1.787 lux, atau hanya kurang 13 lux dari standar minimal 1.800 lux sesuai regulasi AFC 2025.
“Dari target 1800 itu yang terakhir ter-update itu 1787 lux. Kurang 13 lux,” jelas Rasman.
Menurutnya, proses pemasangan lampu dilakukan melalui metode aiming, yakni pengaturan arah dan fokus cahaya agar pencahayaan lapangan lebih maksimal. Proses tersebut dilakukan Philips selaku vendor, sekaligus dengan menurunkan sejumlah lampu lama yang sebelumnya terpasang di Stadion Segiri.
Rasman menyebut kondisi pencahayaan juga telah diuji melalui simulasi langsung dengan melibatkan dua pemain Borneo FC, yakni penyerang Aan Redzuan Fachgi dan penjaga gawang Muhamad Darmawan.
Dari simulasi tersebut, keduanya menilai pencahayaan lapangan sudah cukup terang. Meski demikian, Pemprov Kaltim tetap mendorong manajemen Borneo FC berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI untuk memastikan standar pencahayaan resmi pertandingan terpenuhi.
Dispora juga menyiapkan penambahan satu unit lampu di masing-masing tiang untuk mendongkrak pencahayaan hingga berada di atas 1.800 lux. Namun, pengadaan lampu tambahan masih menunggu proses pemesanan karena bersifat by order.
“Yang penting progres kita sudah hampir selesai 100 persen, tapi lux-nya saja yang masih sedikit lagi,” katanya.
Menariknya, capaian 1.787 lux tersebut justru lebih tinggi dari hasil simulasi awal tim ahli. Sebelum pemasangan dilakukan, pencahayaan diperkirakan hanya berada di kisaran 1.664 lux.
“Simulasi awalnya, simulasi dari tim ahli itu memang cuma 1664 lux, waktu simulasi kalau yang dari Palaran dipasang di Segiri,” ungkapnya.
Perbedaan hasil tersebut tidak lepas dari karakteristik kedua stadion. Di Stadion Palaran, lampu berada di area tribun, sedangkan di Stadion Segiri lampu dipasang pada tiang dengan ketinggian lebih dari 30 meter.
Seluruh 124 lampu dari Palaran telah dipindahkan ke Segiri. Meski demikian, tidak seluruh lampu yang berada di Stadion Segiri berasal dari merek Philips. Sejumlah lampu lama dengan merek berbeda masih tetap terpasang, namun jumlahnya terbatas dan bukan menjadi sumber utama pencahayaan lapangan.
Pemindahan lampu tersebut dilakukan karena Stadion Palaran belum digunakan secara penuh. Pemprov Kaltim memilih memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia untuk mendukung kebutuhan Stadion Segiri, terutama menjelang kompetisi nasional dan agenda internasional Borneo FC.
Rasman menegaskan langkah tersebut juga menjadi bukti keseriusan Gubernur Kaltim dalam mendukung perkembangan sepak bola daerah, khususnya Borneo FC yang menjadi salah satu representasi Kaltim di level nasional.
“Dengan membongkar lampu yang di Palaran kita pasang di markasnya Borneo FC ya. Artinya Gubernur itu tidak main-main dengan pernyataannya,” tutup Rasman.
Sementara itu, Direktur Utama Borneo FC Samarinda, Ponaryo Astaman turut menyampaikan terima kasihnya kepada Pemprov Kaltim atas dukungan yang diberikan.
“Terima kasih pak Gubernur Kaltim yang telah membantu Borneo FC terkait pencahayaan agar bisa bermain di kompetisi ASEAN. Semoga sinergi ini tetap terjaga, mengingat Borneo FC turut membawa nama Kota Samarinda bahkan Provinsi Kaltim,” tutupnya. (Adit)
Editor: M Khaidir


