Bendung Potensi Zona Merah Narkoba, BNNK Samarinda Sulap Warga Jadi Barista Handal

Busam ID
BNNK Samarinda meluncurkan strategi pemberdayaan masyarakat bernuansa modern dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill Pelatihan Barista bagi warga Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kamis (15/10/2026). (foto by IST)

Samarinda, Busam.ID – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda meluncurkan strategi pemberdayaan masyarakat bernuansa modern dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill Pelatihan Barista bagi warga Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kamis (15/10/2026).

Langkah ini dirancang sebagai upaya preventif berbasis ekonomi produktif untuk membentengi wilayah yang teridentifikasi memiliki potensi kerawanan peredaran gelap narkoba. Sebanyak 20 peserta dibekali pengetahuan komprehensif, mulai dari pemahaman teori seputar biji kopi, teknik penyeduhan, hingga praktik meracik kopi kekinian lengkap dengan pengoperasian alat-alat barista profesional.

Pemilihan Kelurahan Gunung Lingai sebagai sasaran program bukan tanpa alasan. Humas BNNK Samarinda, Adytia Irfan Faizhin, mengungkapkan bahwa pemetaan ini didasarkan pada hasil survei terukur melalui Indeks Kawasan Rawan Narkoba (IKRN).

Saat ini, status Kelurahan Gunung Lingai menunjukkan indikasi pergeseran menuju potensi “zona merah” rawan narkotika, menyusul kawasan lain yang sudah lebih dulu diintervensi seperti wilayah Jalan Pesut.

“Prioritas utama kami adalah merangkul individu yang terindikasi secara langsung, seperti mantan penyalahguna, mantan bandar, maupun residivis di daerah tersebut. Jika tidak ada, kami melatih warga dan pemuda sekitar untuk memenuhi target pemberdayaan kawasan,” jelas Adytia.

Ia menambahkan, penguatan taraf ekonomi warga merupakan kunci utama dalam memutus rantai ketergantungan pada bisnis ilegal narkoba.
“Output utama dari pembekalan ini adalah lahirnya kemandirian. Ketika perekonomian masyarakat membaik melalui keterampilan yang bernilai jual tinggi seperti barista, potensi masuknya jaringan peredaran narkotika otomatis dapat kita tekan bersama,” tegasnya.

Ketua Tim (Katim) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Samarinda, Nadya K Haryana, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pembekalan teori di dalam ruangan. BNNK Samarinda memastikan adanya keberlanjutan program (sustainability) agar para peserta dapat langsung melangkah ke dunia kerja atau membuka usaha kedai kopi secara mandiri.

Inisiatif positif ini mendapat apresiasi hangat dari Pemerintah Kota Samarinda. Lurah Gunung Lingai, Siti Zubaidah, menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus berkolaborasi bersama BNNK Samarinda dalam mengawal program-program pencegahan berbasis masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelatihan life skill barista ini. Ini adalah aksi nyata yang menyasar akar masalah sosial. Pelatihan ini tidak hanya memberi harapan baru bagi pemuda kami, tetapi juga menjadi benteng pertahanan wilayah dari pengaruh negatif narkoba,” ujarnya. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *