Samarinda, Busam.ID – Pembangunan Rumah Sakit (RS) KORPRI di kawasan Sempaja, Samarinda, diminta tidak mengabaikan fungsi resapan air yang ada di kawasan tersebut. Pemkot Samarinda mengingatkan aspek lingkungan perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan, terutama untuk mengantisipasi potensi banjir.
Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima pemaparan rencana pembangunan RS KORPRI dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama konsultan perencana di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Sabtu (24/10/2026).
Andi Harun mengapresiasi koordinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim terkait rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, komunikasi antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim penting agar pembangunan rumah sakit dapat berjalan sesuai rencana sekaligus memperhitungkan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Namun, ia menekankan lokasi pembangunan merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air. Karena itu, aspek tersebut harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
“Sejak awal saya sudah mengingatkan agar perencanaan pembangunan mempertimbangkan penggunaan sistem fondasi pancang, sehingga fungsi resapan air tidak hilang,” ujar Andi Harun.
Ia menjelaskan, kondisi lahan yang telah terlanjur ditimbun membuat perencanaan pembangunan perlu disesuaikan. Penyesuaian tersebut diperlukan agar perubahan kondisi lahan tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan maupun kawasan di sekitar RS KORPRI.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah keberadaan tampungan air yang sebelumnya tersedia di kawasan tersebut. Menurut Andi Harun, aspek teknis ini perlu dikaji secara matang untuk memastikan air tetap memiliki ruang tampungan dan aliran yang memadai.
“Pembangunan harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi risiko banjir. Karena itu, langkah mitigasi harus jelas dan terukur,” tegasnya.
Andi Harun memastikan Pemkot Samarinda tetap mendukung pembangunan RS KORPRI yang merupakan bagian dari rencana Pemprov Kaltim. Namun, dukungan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Ia berharap koordinasi antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim dapat menghasilkan solusi teknis yang tepat, sehingga pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat terlaksana tanpa memperbesar risiko banjir di kawasan Sempaja.(Adit/adv)
Editor: M Khaidir


