Global  

PPKM Kaltim Diperpanjang, Ketua DPRD Kaltim Imbau Masyarakat Bersiap Masuki Endemi

BusamID
Ilustrasi PPKM - Foto: Istimewa

Samarinda, Busamtv  – Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Meskipun pandemi belum usai, namun dibeberapa dareah di Kaltim, penyebaran Covid-19 mulai berangsur menurun.

Hal itu dapat terlihat dari beberapa daerah yang sudah menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Makmur menilai Kaltim saat ini sudah masuk kedalam fase new normal menuju endemi.

Selain itu, banyak fasilitas pelayanan publik yang sudah menerapkan pelayanan secara daring. Mulai sektor ekonomi, bisnis, dan industri pun sudah mengadopsi teknologi digital dalam pelayanannya.

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK. Foto: Istimewa

”Pandemi telah melahirkan struktur ketimpangan sosial dan ekonomi baru. Semuanya nampak dengan jelas dihadapan kita dan nyata kita rasakan,” jelas Ketua Harian DPD Golkar Kaltim tersebut, Selasa (5/10/2021).

Namun ditengah masyarakat mulai menjajaki fase new normal, beragam perubahan perilaku sosial juga terjadi. Selain itu, perubahan dibidang politik, dan ekonomi, baik pada level individu, komunitas, sampai kelembagaan juga terjadi.

Guna menghadapi perubahan itu, masyarakat diminta untuk merenungkan kembali tentang norma-norma sosial. Masyarakat diharapkan dapat melakukan pendalaman norma sesuai dengan kebutuhan untuk menghadapi fase new normal.

Sebagaimana yang dialami masyarakat menyangkut social distancing, mekanisme work from home (WFH), pembelajaran jarak jauh (PJJ), serta efisiensi dan refocusing sumber daya.

“Serta penyesuaian lainnya yang kemudian menjadi kebiasaan baru,” pungkas mantan Bupati Berau itu.

Sementara secara terpisah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan pemberlakuan PPKM kembali diperpanjang hingga dua minggu ke depan. PPKM kali ini di berlakukan mulai level 1 sampai dengan level 3.

Menurut Airlangga, saat ini sudah tidak ada lagi Provinsi luar Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM level 4 meskipun sebelumnya masih terdapat satu provinsi yang masih terapkan PPKM level 4.

“Dan Khusus untuk wilayah Jawa dan Bali dari segi situasi kasus per pulau itu menurun. Kemudian untuk tingkat Provinsi di luar Jawa dan Bali ini sudah tidak ada lagi PPKM level 4,” tutur Airlangga dalam penyampaian virtualnya.

Selanjutnya ia menyebutkan terkait PPKM Level 3 sendiri akan diberlakukan di 4 Provinsi, level 2 di 22 Provinsi, dan level 1 diberlakukan di 1 Provinsi. Kalimantan Timur masuk dalam PPKM level 2.

“Kemudian selanjutnya kita lihat dari Kepulauan Riau itu sudah turun ke level 1 dan dan Kalimantan Timur juga turun ke level 2,” sebut Airlangga.

Berdasarkan hasil laporan, dirinya menjelaskan bahwa di Kalimantan untuk kasus aktif sudah habis atau mengalami recovery rate COVID-19 mencapai 95,11 persen sedangkan tingkat fatality rate atau angka kematian 3,15 persen, dengan penurunan kasus mencapai 87,44 persen.

Meski begitu, selama masa pemberlakukan PPKM 21 September – 4 Oktober, Balikpapan dilaporkan mengalami kenaikan positivity rate bersama dua kota lainnya.

“Untuk saat ini yang sedang mengalami kenaikan positivity rate ada Padang, Banjarmasin, dan Balikpapan,”tutupnya.(*)(Kaka Nong/Aji/Tw)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *