Samarinda, Busam.ID – Sebaiknya warga Tepian yang sering menggunakan akses flyover Air Hitam yang menghubungkan Jl Juanda-Jl AW Syahrani (Air Hitam) agar lebih berhati-hati. Jembatan layang pengurai kemacetan di simpang empat Juanda-Air Putih-Air Hitam-Pembangunan itu mengalami keretakan di sebelah sisi kirinya, dari arah Juanda ke Air hitam, tepatnya samping kiri SMK 2 Samarinda.
Keadaan flyover yang retak saat ini, cukup mengkhawatirkan masyarakat Samarinda, mengingat pada saat peresmian flyover tersebut pertengahan 2016 silam, konstruksi jalan layang itu sempat mengalami ambruk.
Wali Kota Samarinda Andi Harun, terkait keretakan flyover yang menimbulkan kekhawatiran banyak pihak itu, menanggapi jika pihaknya telah mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda untuk melakukan kajian teknis menindaklanjuti kondisi ini.
Ihwal kajian teknis terang Andi Harun, akan dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan harapan ada hasil yang menjadi rekomendasi tindakan selanjutnya.
“Kami akan segera melaksanakan kajian teknisnya untuk mengetahui penyebab utama keretakan di jembatan itu sebab apa, jadi kami bisa tentukan langkah selanjutnya apa,”ungkap Andi Harun.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Samarinda Hero Mardanus dikonfirmasi ihwal keretakan jalan layang itu mengatakan di luar pemantauannya. Kendati begitu, Mardanus mengaku jika pihaknya sudah rutin melakukan perawatan jembatan, seperti menambal jalan-jalan yang berlubang.
“Sebetulnya kalau untuk perawatan memang kami lakukan rutin. Jadi mengenai keretakan itu, kami harus kaji secara teknis dulu sebelum melakukan tindakan selanjutnya,” ujar Mardanus, mengimbuh jika kajian teknis akan segera dilakukan pihaknya sehingga dapat segera ditentukan tindakan yang efektif menyangkut keamanan jalan layang terpanjang di Indonesia itu. (mm/an)








