Literasi Digital di Lingkup Sekolah Upaya Tangkal Hoax Sejak Dini

BusamID
Literasi Digital di Lingkup Sekolah Upaya Tangkal Hoax Sejak Dini

Samarinda, BusamID – Antisipasi penyebaran hoax atau berita palsu alias menyesatkan di kalangan remaja, bisa dilakukan dengan sosialisasi literasi digital di lingkungan sekolah sejak dini. Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kaltim menempuh langkah tersebut sebagai antisipasi Pemerintah Provinsi dalam mencegah berita hoax menyesatkan warga Kota Tepian, terlebih pada kalangan muda yang masih minim pengalaman.

Diskominfo Kaltim mulai menggencarkan gerakan sosialisasi literasi digital di tingkat sekolah, diawali di SMKN 18 yang berlokasi di Jalan SKB Karya Bhakti Samarinda Kelurahan Lempake Kecamatan Utara pada Rabu (30/03/2022).

Sosialisasi dipandu langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim Tri Wahyuni, menghadirkan anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub serta Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim Charles Siahaan.

Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim Charles Siahaan mengungkapkan, sosialisasi bahaya hoax kepada remaja perlu diperkuat sejak dini. Sebab menurut salah seorang wartawan senior Kaltim ini, kelompok-kelompok remaja khususnya siswa/siswi sangat rentan mengkonsumsi informasi atau berita yang tidak benar (Hoax).

“Adik-adik di sekolah ini kan hampir semua menggunakan teknologi. Oleh karena itu, gerakan sosialisasi literasi digital demikian harus terus dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk yang dapat terjadi ke depannya,” papar Charles.

Ditambahkan, memasuki tahun-tahun politik sebentar lagi para remaja harus mulai mempersiapkan diri dalam mengawal pesta demokrasi dengan senantiasa membentengi diri dari berita hoax.

“Apalagi sebagian dari mereka punya hak memilih di tahun 2024 nanti. Sudah sepatutnya dibentengi dengan pengetahuan seputar bahaya hoax,” tandas pria yang akrab dengan panggilan Bang Ucok ini.

Sementara anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub menyerukan, agar remaja-remaja di Kaltim mampu membedakan informasi yang layak dikonsumsi dan tidak layak dikonsumsi. Apalagi menurut politisi PPP ini, semua pengguna sosial media bisa terpapar hoax. Oleh karenanya, perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam mencerna informasi dari media sosial.

“Kami mengimbau agar adik-adik di sekolah ini bisa membedakan informasi-informasi yang layak juga tidak layak. Lebih berbahaya, kalau suatu berita sudah tidak layak atau ada unsur hoax kemudiana terus disebarkan, ini yang harus kita antisipasi. Ke depannya tidak menutup kemungkinan penyebar berita hoax dapat dikenakan ranah pidana,” pungkas Rusman. (kaka nong/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *