Parah, Aturan Fuel Card pun Diselewengkan dengan Pemalsuan

BusamID
Hotmarulitua Manalu. Ft by Ryan/Busam.ID

Sopir Keluhkan SPBU Sering Kehabisan Solar

Samarinda, Busam.ID – Penggunaan Fuel Card sebagai langkah pemerintah untuk mengendalikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar rupanya masih memiliki celah untuk digunakan tidak sebagaimana mestinya oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan jika pada saat sidak pihaknya sering menemukan penyelewengan kartu Fuel Card dengan berbagai modus.

“Untuk modus Fuel Card seringnya itu kartu dengan kendaraannya tidak sesuai. Padahal kan harusnya 1 kartu itu hanya untuk 1 jenis kendaraan,” jelasnya kepada Busam.ID Senin (16/1/2023).

Dari berbagai modus, paling sering ditemukan pihaknya adalah kartu palsu yang diprint di kertas biasa lalu ditempel di kartu asli.

“Ini kartu kadang diprint di kertas biasa sesuai identitas kendaraannya, lalu ditempel di kartu yang asli. Jelas saat di-tap di SPBU, kartu tersebut dapat digunakan. Parah ini kondisinya,” ungkap Hotmarulitua.

Menurut Hotmarulitua, modus yang digunakan dengan cara memanfaatkan kartu fuel card palsu ini, akan menguntungkan pengetap solar.

“Dari modus tersebut, maka terdapat banyak celah pelanggaran yang dapat terjadi. Misalnya ternyata orang itu adalah pengetap solar. Jelas ini merugikan sopir-sopir truk yang lain, sehingga antrian yang tidak seharusnya mengular, jadi panjang akibat oknum ini. Tentu ini berbahaya,” jelasnya.

Ia mengatakan akan rutin melakukan sidak di lapangan dengan waktu yang tidak ditentukan untuk mendalami dan mencari solusi atas hal tersebut.

“Kita akan sering lakukan sidak, kalau ada yang tertangkap melakukan kecurangan ini, maka kartu fuel card-nya akan kita kunci oleh sistem. Sehingga kartunya tidak bisa digunakan dan kendaraannya tidak dapat membuat pengajuan kartu fuel card kembali,” imbuhnya.

Meski diakui ada kelemahan dari sistem fuel card yang diluncurkan Pertamina sejak April 2022 ini, distribusi solar subsidi menggunakan fuel card lebih tepat sasaran sekaligus membatasi gerak kendaraan ODOL (Over Dimension, Over Loading).

“Pastinya subsidi BBM Solar ini lebih tepat sasaran sejak adanya fuel card, pembelian berulang-ulang juga dapat terpantau. Hal ini juga sekaligus berhubungan dengan upaya Pemerintah dalam menertibkan kendaraan ODOL, karena jika kendaraan belum melakukan normalisasi muatan maka tidak bisa mengajukan uji KIR (Uji Kendaraan Bermotor). Dengan tidak adanya dokumen tersebut, maka kendaraan dinyatakan tidak laik jalan, otomatis kartu fuel cardnya juga kita matikan,” tandasnya.

Pernyataan Kadishub Samarinda perihal adanya kecurangan dalam penggunaan fuel card, sejalan dengan keluhan sopir-sopir truk yang sering mengantri solar sampai berhari-hari.

Salah seorang sopir truk lintas Kalimantan sebut saja Jumadi, mengeluhkan susahnya mengantri solar di SPBU. Ia bahkan sampai mengantri 2-3 hari agar mendapatkan solar. Seringnya tak sampai sore, solar sudah habis di pom (SPBU).

Sopir pikep berbahan bakar solar (L300) Rizal mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, antrian panjang di SPBU nampak aneh karena sepertinya solar subsidi disalurkan terbatas.

Padahal setahunya dropping solar subsidi dari Pertamina mengacu jumlah fuel card yang didata pabrik minyak bumi negara itu.

“Kan aneh antrian solar panjang sampai berhari-hari. Logika saja lo, kalau solar didrop sesuai jumlah fuel card yang didata Pertamina, mestinya cukup dibagi. Tapi ini sering kehabisan, seperti ada salah penyaluran,” ucap heran Rizal. (Ryan)

Editor : Tim Redaksi Busam.ID **(RYAN)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *