Wacana Kota Satelit Digulirkan, Harga Tanah di Palaran Mulai Merangkak Naik

BusamID
Suasana di Simpang 4 Tol Pintu Palaran siang hari pada Kamis (2/1/2023). Foto by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Rencana Pemkot (Pemerintah Kota) Samarinda menjadikan Kecamatan Palaran sebagai Kota Satelit di Samarinda, disambut positif banyak kalangan terutama dunia usaha.

Terlihat dari kenaikan harga tanah di kawasan Samarinda yang paling dekat dengan IKN itu sekarang ini.

Manajer Marketing perumahan Palaran City, Bayu mengakui, wacana Kota Satelit akan berimbas pada kemajuan daerah dalam banyak hal, terutama infrastruktur.

Diakui Palaran termasuk salah satu kecamatan di Samarinda yang terkebelakang infrastrukturnya.

Bayu. Foto by Ryan/Busam.ID

“Kita lihat di depan ini saja ya (depan Perumahan Palaran City-red), drainasenya tidak ada mas, jadi pasti air mengalir gitu aja ke tanah di sebrang sana. Kondisi saat ini di sini sepi, seperti stag begitu saja tidak ada perkembangan layaknya kota,” komentarnya kepada Busam.ID, Kamis (2/2/2023).

Menurut Bayu, perubahan mulai dirasakan setelah pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan dan Jembatan Mahkota 2.

“Dulu itu mas, jam 10 malam rasanya sudah tidak ada lalu lalang kendaraan, sejak ada jembatan dan tol, kadang sampai jam 3 juga masih ada kendaraan yang lintas, terlebih kan di sana sudah ada Pelabuhan Dermaga Harapan Baru. Terus juga katanya nanti di Sanga-sanga bakalan ada pelabuhan baru. Ini bagus orang jadi melintas dan perlahan masyarakat mulai membuat warung dan lainnya gitu, perekonomian semakin meningkat,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya wacana Kota Satelit di Daerah Palaran, maka akan menjadi angin segar bagi para investor yang ingin memiliki aset di Palaran.

“Otomatis kalau sesuai misinya Walikota Andi Harun yang menjadikan ini Kota Satelit, bukan tidak mungkin nantinya daerah Palaran akan menjadi sentra bisnis baru, kemudian juga menjadi jalur transportasi utama karena dekat dengan tol, kemudian akses pelabuhan juga dekat, pasti akan bagus nantinya,” tambahnya.

Kondisi properti di Palaran menurut Bayu, saat ini mulai merangkak naik. Terutama harga tanahnya.

“Dulu itu rasanya per meter masih di angka Rp 5 jutaan ya, sekarang itu sudah sekitar Rp 6 juta sampai Rp 8 jutaan. Itu juga tergantung lokasinya, kalau di pinggir jalan mungkin masih bisa lebih mahal lagi dan ini hal yang lumrah mengingat isu-isu yang beredar ya,” ucapnya lagi.

“Semoga visi misi pak Andi dapat terlaksana ya karena tidak mudah untuk membangun ulang daerah Palaran ini dan pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga dan anggaran yang besar. Kami yang berbisnis di sini hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Kota Samarinda sebagai penyangga IKN (Ibu Kota Negara) kedepannya,” tutup Bayu. (ADV/RYAN/PEMKOTSAMARINDA)
Editor : Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *