Komisi IV DPRD Kaltim Usulkan Kenaikan Dana Bosda

BusamID
Acara Raker Komisi IV DPRD Kaltim bersama Disdikbud Kaltim di Denpasar, Bali, Jumat (3/2/2023). Foto by Tri Wahyuni

Samarinda, Busam.ID – Komisi IV DPRD Kaltim mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menaikkan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda). Hal itu sebagaimana terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPRD Kaltim dan dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim di Denpasar, Bali, Jumat (3/2/2023).

Pertimbangannya, jumlah Bosda yang disalurkan selama ini dinilai tidak mencukupi dengan platform kebutuhan persiswa yang ada.

“Dana Bosda kita sekarang masih berada di angka 900 ribu per siswa bagi SMA, sementara SMK dan SLB 1,1 Juta. Oleh karena itu Komisi IV mengusulkan untuk dinaikan ke angka 1,5 juta per siswa. Kenapa? Dikarenakan selama ini anggaran lebih banyak ke beasiswa, sehingga kurang proporsional,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub (kiri berbaju batik) dan ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi dalam acara Raker di Denpasar Bali, belum lama ini. foto by Tri Wahyuni

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi mengatakan, dengan banyaknya anggaran beasiswa yang ada sekarang ini juga masih belum merata, oleh karenanya Komisi mendorong Disdikbud untuk mengalokasikannya ke Bosda.

“Hal itu akan sia-sia apabila perencanaan penggunaan anggaran tidak tepat, dan masih banyak yang belum merasakan beasiswa khususnya masyarakat di pedalaman yang tidak terjangkau informasi, makanya dalam Raker kami juga mendorong Disdikbud jika bisa sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan ke Bosda,” jelas Reza

Lebih lanjut Rusman mengatakan, sebenarnya beasiswa ini hanyalah penunjang, yang lebih penting yakni memperbaiki kebutuhan dasarnya dulu.

“Yang lebih penting kan sebenarnya itu kebutuhan dasarnya dulu. Bahkan Bosda kita saja belum memenuhi kualifikasi serta belum memenuhi kebutuhan dasar dalam mengelola pendidikan kita per siswa pertahun, justru malah jor-joran terhadap beasiswa, menurut saya harusnya beasiswa itu harusnya belakangan, setelah kebutuhan dasar kita terpenuhi,” tegas Ketua Bapemperda DPRD Kaltim.
Ditambahkannya, sudah seharusnya alokasi Bosda itu ditinjau ulang, dan berharap ke depannya Disdikbud dapat memenuhi kebutuhan siswa pertahun melalui Bosda. (dit)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *