Samarinda, Busam.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyebut Kurikulum Merdeka di Jenjang SMA se-Kaltim sudah terimplementasi 100 persen. Dan dalam partisipasi penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Kaltim menempati peringkat satu se-Indonesia.
Disdikbud Kaltim melalui Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian SMA Disdikbud Kaltim Atik Sulistyowati menyampaikan penerapan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kaltim untuk jenjang SMA sudah 100 persen dan penerapan Kurikulum Merdeka di Kaltim memang sudah terlaksana 100 persen, khususnya untuk jenjang SMA..
“Pada dasarnya perubahan dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini sejatinya adalah menciptakan kebahagiaan dan menyenangkan bagi peserta didik,” ucapnya.
Dirinya menambahkan, sejak tahun 2022 Disdikbud Kaltim telah berupaya untuk menjalankan komitmen dalam pelaksanaan IKM untuk semua wilayah se-Kaltim. Dia juga menyebutkan, Kurikulum Merdeka ini memang sengaja didesain untuk lebih inovatif dan kreatif.
Tujuan dari Kurikulum Merdeka sendiri untuk mengakomodir karakteristik dan kekhasannya, yakni untuk maju bersama, laju bersama, dan hebat semua. Seperti diketahui, ada perbedaan cukup signifikan antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
“Kalau KTSP dan K13 menerapkan pembagian jurusan untuk peserta didik. Kalau Kurikulum Merdeka, lebih bebas memilih mata pelajaran apa yang akan ditempuh sesuai dengan bakat dan minat masing-masing,” sambungnya.
Terakhir ia memaparkan, dalam hal ini tidak ada lagi sistem pembagian jurusan seperti IPA, IPS, dan Bahasa seperti dulu. Namun, di Kurikulum Merdeka, juga membutuhkan tenaga pengajar. Terutama dari koordinator Projek, Profil, Penguatan, Pengajar, dan Pancasila (P5).
Koordinator P5 nantinya akan memetakan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Walhasil, penerapannya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapakan. Di Kurikulum Merdeka, ada beberapa projek-projek yang harus dikerjakan.
“Koordinator inilah yang akan bertanggung jawab. Sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan oleh para siswa sesuai dengan minatnya,” tutupnya. (Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir








