Pemkot Targetkan PAD Parkir Non Tunai Hingga Rp 4,1 Miliar

Busam ID
Dishub Samarinda saat diskusi bersama 27 jukir outsourcing terkait pembayaran non tunai di kantor Dishub Samarinda Jl. MT Haryono pada Selasa (21/2/2023). Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Pemkot (Pemerintah Kota) Samarinda menyeriusi penyerapan PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) dari parkir non tunai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu diwawancarai media ini Selasa (21/2/23) menjelaskan, pada tahun 2023 pihaknya akan membuat 40 titik parkir non tunai. Dishub akan melakukan penambahan 13 titik parkir setelah uji coba di 27 titik sebelumnya.

“Langkah awal akan kita jadikan 27 juru parkir (jukir) yang sudah terseleksi untuk dijadikan jukir outsourcing. Mereka akan digaji oleh Pemkot dengan kontrak selama satu tahun,” papar Hotmarulitua kepada Busam.ID pada Selasa ( 21/2/2023).

Ia juga menjelaskan terkait adanya oknum jukir yang bermain curang di lapangan.

“Apabila masih ada oknum jukir yang melakukan tindakan-tindakan tidak tepat, maka kontrak akan diputus otomatis sesuai klausal dan juga akan kita pasang CCTV nanti di 40 titik tersebut,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa mesin EDC (Electronic Data Capture) juga sudah disediakan kepada 27 jukir yang sudah berjalan saat ini.

“Mesin EDC yang ada sudah terintegrasi dengan 4 bank, yaitu Mandiri, BCA, BRI dan BNI. Masyarakat sudah harus memiliki kartu elektronik ya, karena nanti tidak bisa lagi menggunakan pembayaran cash. Sistem pembayaran parkir juga adalah bayar dulu baru kemudian parkir,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, target PAD yang ingin dicapai sekitar Rp 4,1 Miliar.

“Untuk tahun 2023, target kita optimis bisa hingga Rp 4,1 Miliar dari target murni Rp 3,5 Miliar. Untuk tarif, masih akan kita evaluasi ya, saat ini masih mengacu kepada Perda (Peraturan Daerah) yang lama, namun pastinya kebijakan yang akan dibuat oleh Pemerintah tidak akan memberatkan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sudah seharusnya masyarakat segera beralih ke pembayaran non tunai, karena sebagai penyangga IKN (Ibu Kota Nusantara), maka kita harus segera menuju Samarinda Smart City, sesuai visi dan misi Walikota, Andi Harun.
(ADV/RYAN/PEMKOTSAMARINDA)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *