Samarinda, Busam.ID – Subvarian Covid-19 baru XBB.1.16 atau Arcturus telah terdeteksi di sejumlah negara, diantaranya Amerika Serikat, India dan Inggris. Dan subvarian ini pun telah masuk ke Indonesia.
Bahkan sudah masuk ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, dr. Jaya Mualimin menyampaikan pada pertengahan April ini ada dua sampel kasus positif XBB1.16 yang diperiksa di Laboratorium Unmul.
Meskipun terdapat dua sampel positif, Jaya mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi penyebaran varian baru COVID-19. Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait Varian Arcturus ini memiliki gejala yang cukup ringan.
Paparan varian Arcturus juga bisa dihindari dengan kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin. Dikarenakan varian ini salah satu yang cepat menular kepada orang lain.
“Tetap harus menjaga kehati-hatian. Yang batuk dan kontak erat memakai masker, vaksinasi COVID-19 lengkap, dan jangan lupa menjaga stamina tubuh. Olahraga cukup, serta makan dan minum seimbang,” ucapnya saat dihubungi via telfon.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, setiap varian dari COVID-19 penanganannya sebenarnya sama. Tergantung kondisi dari orang yang terkonfirmasi. Apabila berat maka harus dirawat, namun jika ringan cukup isolasi mandiri. Per Kamis (27/4/2023) kemarin, telah terjadi kenaikan 25 orang yang terkonfirmasi COVID-19. Membuat Kota Balikpapan masuk ke dalam zona oranye.
“Semoga ini tidak terjadi lonjakan berarti, dan masyarakat juga sekarang sudah tanggap agar terus menjalankan prokes. Yang paling utama yakni jangan panik,” jelasnya.
Dirinya pun berpesan kepada masyarakat agr meringkatkan cakupan vaksin Covid-19 yang tersedia digerai Puskesmas terdekat.
“Serta terus berhati-hati, pakai masker bagi yang batuk, jika ada kontak erat dengan yang positif segera konfirmasi, dan yang positif segera isolasi madiri. Dan tentunya meningkatkan daya kekebalan dengan makan minum seimbang, olahraga dan juga istirahat/tidur malam cukup,” pungkasnya. (Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir








