Foto :
Samarinda, Busam.ID -Warga di dekat bendungan Lempake, Jalan Rejo Mulyo, RT 31, Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara dibuat pada geger Minggu (14/5/2023) siang.
Kegegeran warga lantaran ditemukan seorang pria meninggal dunia di lantai dua dalam kamar rumah orangtuanya.
Saat Busam.ID tiba di lokasi warga ramai berada di sekitar rumah tersebut sedangkan jasad bernama Jianto (40) anak dari pasangan Waelan dan Dji Jiem sudah dipindahkan warga ke lantai satu.
Menurut keterangan dari Budi (36) ipar dari korban mengatakan dirinya yang tengah makan siang di panggil oleh ibu korban sekitar pukul 13.00 Wita.
“Ibu curiga, mas Yanto (panggilan akrab korban) kenapa tidak turun sejak malam tadi. Saya diminta periksa apakah korban sakit atau kenapa,” ucap Budi.
Bersama anaknya, Budi kemudian melakukan pengecekan ke lantai dua.
“Saat saya lihat kondisi korban terlentang di atas kasurnya kemudian saya panggil namun tidak direspon. Anak saya juga goyang-goyangkan kakinya ga direspon,” terangnya.
Untuk memastikannya, Budi memeriksa mata kanan menggunakan senter.
“Saya senter matanya, bola matanya sebelah kanan luka,” terang Budi.
Sontak Budi lantas memberitahukan kejadian tersebut ke pihak keluarga. Dan oleh warga sekitar, kejadian itu segera ldilaporkan ke kantor polisi terdekat.
“Sepengetahuan saya, korban tidak ada mempunyai musuh,” terangnya.
Menurut keterangan orang tua korban, Waelan, dia melihat anaknya itu terakhir Sabtu (13/8/2023).
“Kemarin pagi masih terlihat saat makan, kondisinya sehat saja,” ucap Waelan.
Waelan mengaku jarang menengok korban di kamarnya lantaran kerap dimarahi korban.
“Kalau sering naik ke atas sering dimarahi,” ucapnya.
Waelan menjelaskan kalau korban bekerja menjaga alat berat keluar masuk di salah satu perusahaan pertambangan batubara.
“Anak saya jarang ada di rumah,” terangnya.
Pihak Inafis Polresta Samarinda dan jajaran Polsek Sungai Pinang yang berada di lokasi kejadian menggelar olah TKP.
Dari hasil olah TKP, pihak Inafis Polresta Samarinda berkoordinasi dengan pihak keluarga agar korban dilakukan visum dan jika memungkinkan dilakukan autopsi.
Menggunakan ambulan PMI Kota Samarinda, jasad korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syahrani. (Zul)
Editor : Risa Busam,ID


