Samarinda, Busam.ID – Kebakaran TPA Bukit Pinang yang sudah berlangsung tiga hari ini, menimbulkan komplain kenyamanan dan kesehatan terutama bagi warga sekitar tempat pembuangan akhir yang sudah tidak difungsikan itu.
Dinas Kesehatan Kota Samarinda telah mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat setelah kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (24/9/23) kira-kira pukul 11.30 Wita.
Kondisi asap tebal yang dihasilkan oleh kebakaran tersebut meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di wilayah tersebut.
Terlebih material yang terbakar adalah sampah yang sarat plastik. Diketahui plastik yang terbakar menimbulkan senyawa dioksin yang bersifat karsinogen.
Sub Koordinator Seksi Bidang P2P Dinkes Samarinda Dian Margi Utami menjelaskan, bahwa asap yang dihasilkan dari kebakaran TPA dapat memicu penyakit ISPA.
“Ciri-ciri awal ISPA meliputi batuk, pilek, iritasi di saluran pernapasan dan sesak nafas. Penyakit ini bisa menyerang individu dari berbagai kalangan usia,” terang Dian.
Meski pun hingga saat ini belum ada laporan kasus ISPA yang secara langsung terkait kebakaran TPA Bukit Pinang, Dinkes Samarinda tetap berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas di wilayah tersebut untuk memantau situasi.
“ISPA adalah salah satu penyakit yang sering ditangani oleh Puskesmas, dengan variasi dari kasus ringan hingga berat,” jelasnya.
Dian menyebut bahwa tindakan pencegahan sangat penting.
“Kami dari pihak Dinkes telah berkoordinasi dengan berbagai layanan kesehatan seperti Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan kasus ISPA yang muncul akibat kebakaran TPA Bukit Pinang ini,” paparnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait ciri-ciri ISPA seperti batuk, pilek dan sesak nafas. Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk segera menghubungi Puskesmas atau layanan kesehatan terdekat.
“Dalam situasi ini, koordinasi dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat krusial untuk mengurangi dampak kesehatan akibat kebakaran TPA Bukit Pinang di Samarinda, Kaltim,” tutup Dian. (Ryan)
Editor : A Risa








