Masih Ada 2 Persen Wilayah Kota Samarinda yang Belum Terkoneksi Internet

BusamID
Nursobah. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Wicida, memberikan paparan hasil kajian tentang peningkatan literasi digital pada anak sekolah di Kota Samarinda.

Ada pun kajian yang diberikan terkait 2 persen blankspot internet di Kota Samarinda, yang menjadi isu menarik akhir-akhir ini di ibukota Kaltim itu.

Kajian ini diselenggarakan di ruang rapat Mall Pelayanan Publik, Jalan Pahlawan pada Senin (23/10/23).

Dalam paparannya, Nursobah, yang merupakan Ketua Tim Peneliti Kajian Peningkatan Literasi Digital dari STMIK Wicida, mengungkapkan bahwa telah disusun 28 rekomendasi yang diberikan kepada Pemerintah Kota Samarinda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan literasi digital di kota ini.

Salah satu fokus utama dari rekomendasi tersebut adalah mendorong semua pemangku kepentingan internet untuk menjangkau 2 persen wilayah blankspot internet yang masih ada di Kota Samarinda.

“Upaya ini diperlukan untuk memastikan bahwa akses internet merata di seluruh wilayah kota, sehingga anak didik kita yang berada di wilayah blankspot tersebut juga bisa menikmati akses intetnet,” jelasnya.

Selain itu, dalam kajian ini juga disoroti tentang pentingnya pemantauan akses internet di sekolah-sekolah.

“Banyak akses internet yang ditemukan tidak sesuai dengan kebutuhan jumlah siswa, dan hal ini perlu diperbaiki,” katanya.

Nursobah juga menyoroti perlunya edukasi intensif untuk meningkatkan literasi digital siswa, dengan penekanan khusus pada aspek etnik dan budaya.

“Kami berharap bahwa langkah-langkah ini akan membantu anak-anak di Kota Samarinda menjadi lebih kompeten dalam penggunaan teknologi digital,” papar Nursobah.

Suparmin. Ft by Ryan/Busam.ID

Sementara itu, Suparmin, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Samarinda masih memiliki kendala topografi yang sulit untuk terkoneksi internet.

“Meskipun telah dipasang hotspot menggunakan jaringan serat optik, belum semua wilayah terjangkau. Namun, kami dari Diskominfo Samarinda telah menargetkan untuk menutup 2 persen blankspot internet pada tahun mendatang untuk meningkatkan konektivitas di Kota Samarinda,” jelasnya.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen dari berbagai pihak dalam meningkatkan literasi digital dan akses internet yang lebih baik di Kota Samarinda. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *