Samarinda, Busam.ID – Penutupan jalur yang menghubungkan Jl Dermaga dan Jl Pelabuhan secara sepihak, langsung direspon Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Peninjauan ke lapangan dilakukan AH Jumat (29/12/23).
Setelah dicek, menurut AH jalan tersebut merupakan fasum dari pemerintah.
Karenanya, tidak boleh ditutup oleh warga. Bisa pun ditutup, oleh pemerintah juga disertai alasan berikut antisipasinya.
Disebutkan, bahwa ada dua jalan umum yang ditutup dengan pagar dan dikunci gembok, yang menghubungkan Jl Dermaga dengan Jl Pelabuhan.
“Setelah tim kami melakukan pengecekan di tata ruang, diketahui bahwa jalan tersebut merupakan jalan umum yang ditutup sepihak oleh warga dengan alasan yang tidak jelas. Kan tidak boleh seperti itu,” urai AH.
AH lalu memutuskan untuk membuka jalan tersebut dan merencanakan untuk mengaspal ulang pada tahun 2024.
“Ini merupakan rangkaian langkah awal dalam upaya menjadikan kawasan ini sebagai Little China Town,” ujarnya.
“Saat ini, kita fokus perbaiki infrastrukturnya terlebih dahulu, dan pembukaan jalan ini menjadi bagian dari rangkaian perbaikan,” ujarnya.
Selain membuka jalan, Andi Harun juga berharap bangunan-bangunan yang merambah bahu jalan dapat dibongkar.
Hal ini dianggap penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas di jalur tersebut.
Bergeser dari jalan sebelumnya, tak jauh tepatnya di jalan sebelah tempat hiburan Mega Dangdut, terdapat kendala dalam pembukaan. Kendala tersebut berupa adanya genset besar dan tandon air yang mengurangi lebar jalan dan menghambat arus lantas.
Andi Harun telah memerintahkan agar surat perintah dikirim ke Mega Dangdut dengan memberikan keringanan pada hari Senin atau Selasa mendatang, untuk melakukan pembongkaran mandiri.
“Ini langkah-langkah konkret yang kita ambil untuk memastikan fasilitas umum dapat diakses oleh masyarakat dan mengoptimalkan penggunaan ruang kota,” tutupnya. (RYAN)
Editor : A Risa








