Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota Samarinda resmi memperluas program FINCAPES (Flood Impacts, Carbon Pricing, and Ecosystem Sustainability), Senin (2/3/2026). Program itu ditujukan untuk menjawab persoalan banjir sekaligus mendorong Samarinda menjadi kota hijau penyangga IKN.
Project Koordinator Dedy Alfian menyebut FINCAPES 2026 mengedepankan pendekatan ilmiah dan perlindungan ekosistem hulu, tidak hanya pembangunan drainase. Program ini merupakan kolaborasi dengan University of Waterloo dan Universitas Syiah Kuala (USK).
“Fokus tahun ini adalah analisis bahaya banjir dan pemodelan skenario untuk Samarinda dan sekitarnya guna memetakan kerentanan, potensi kerugian, serta risiko kerusakan. Pendekatan dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan tata ruang, perlindungan DAS hulu, dan pemodelan berbasis GIS,” terang Dedy.
Sejumlah instansi seperti Bappeda, BPBD, PUPR, serta akademisi termasuk Universitas Mulawarman dilibatkan dalam Gugus Tugas Multi-Pemangku Kepentingan untuk pengumpulan dan validasi data.
Tim ahli USK telah melakukan pengambilan data pada 22–27 Februari 2026. Proyek ini ditargetkan rampung dalam sembilan bulan dengan harapan menghasilkan solusi banjir yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. (zul)
Editor: M Khaidir


