Samarinda, Busam.ID – Seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Klotok pengangkut pasir, Sidiq Amrillah (22) dilaporkan terjatuh ke Sungai Mahakam, Samarinda, Jumat (9/5/2025) sekitar pukul 16.44 Wita. Insiden tragis itu terjadi saat korban sedang duduk di sisi kanan kapal.
Menurut keterangan kakak kandung korban, Baihaki, peristiwa nahas itu bermula ketika kapal yang mereka tumpangi sedang melakukan aktivitas bongkar pasir.
Kendala pada mesin kapal memaksa mereka untuk melakukan perbaikan. Saat perbaikan berlangsung, korban diminta untuk memegang alat tembak pasir. Setelah mesin kembali berfungsi, Baihaki mengambil alih alat tersebut dan meminta korban untuk memegang selang tembak.
“Saat dia naik ke pinggir kapal, kemudian korban duduk dan tidak sadarkan diri, kejang-kejang, kemudian terjatuh,” ungkap Baihaki saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (10/5/2025).
Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh rekan korban di kapal tidak membuahkan hasil. Pegangan mereka pada kaki korban terlepas, dan Sidiq langsung tenggelam di perairan Sungai Mahakam.
Baihaki mengungkapkan adiknya memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik. Korban pernah mengalami kecelakaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang mengakibatkan luka parah di kepala hingga memerlukan operasi. Pasca operasi, Sidiq kerap mengalami kejang-kejang dan pingsan. Diduga kuat, kondisi kesehatan inilah yang menjadi penyebab terjatuhnya korban ke sungai.
Menindaklanjuti laporan kejadian, Dantim Pos SAR Samarinda, Iwan Setiawan Abbas, menyatakan pihaknya menerima informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan melalui Pos SAR Samarinda, Sabtu pukul 06.20 Wita. Tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk Rescue Car Type II, rubber boat, peralatan selam, peralatan SAR air, drone thermal, peralatan komunikasi, serta perlengkapan medis.
“Fokus utama kami saat ini adalah melakukan pencarian korban dengan metode penyisiran permukaan dan bawah air menggunakan peralatan selam dan drone thermal. Kami berharap cuaca dan arus sungai mendukung proses pencarian,” terang Abbas.
Upaya pencarian di bawah air melibatkan dua penyelam yang diterjunkan ke dasar sungai. Namun, proses ini menemui kendala akibat arus sungai yang sangat deras dan jarak pandang yang terbatas. Sementara itu, penyisiran permukaan air dilakukan dengan radius hingga satu kilometer dari lokasi kejadian. (zul)
Editor: M Khaidir


