Samarinda, Busam.ID -Memasuki hari ketiga pencarian Risky bocah 12 tahun yang terseret arus Sungai Mahakam saat asyik berenang bersama kelima temannya pada Jumat (24/3/23) akhirnya membuahkan hasil. Korban Risky berhasil ditemukan Minggu (26/3/2023) siang kira-kira pukul 14.15 Wita.
Korban ditemukan mengambang di permukaan sungai dengan jarak sekitar 850 meter dari lokasi awal berenang tepian sekitar Tugu Amin Mangkupalas.

Luthfi salah seorang anggota Relawan Portugal yang pertama kali melihat jasad korban. Saat itu Luthfi tengah menyisir sungai bersama tiga rekannya menggunakan rubber boat.
“Usai melakukan penyisiran dari kawasan Palaran dan hendak kembali ke posko. Pas melintas di TKP awalnya saya kira batang kayu hanyut, setelah dipastikan ternyata jasad korban yang dicari sejak tiga hari inii,” ujar Luthfi kepada BusamID.

Jasad tersebut segera dipegang dan rencananya mau dibawa ke tepi sungai, namun tiba-tiba mesin rubber boat mengalami kendala.
“Kami sempat panik pada saat berhasil menemukan jasad korban, karena mesin yang mati. Di saat bersamaan muncul kapal Prince Soya berada di jalur kami. Sempat diberi klakson peringatan agar kami segera bergeser atau bakal tertabrak,” tambah Luthfi.
Beruntung di waktu yang tepat, mesin rubber boat berhasil kembali dihidupkan, sehingga Luthfi dan rekannya segera menepikan rubber boat bermuatan korban tenggelam itu ke tepi sungai.
Setelah dilakukan koordinasi dengan Unit Siaga SAR Samarinda, selanjutnya jasad Risky dievakuasi dari permukaan air.
“Teman-teman relawan pertama kali menemukan jasad korban di bawah jembatan Mahkota Dua dan langsung menyampaikan kepada kami,” terang Kordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi.
Usai dievakuasi ke ambulan milik Ikatan Keluarga Toraja (Ikat), jasad kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syahrani.
“Jasad kemudian dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulan milik Relawan Ikat untuk dilakukan visum,” tambahnya.
Selanjutnya dengan ditemukannya jasad korban yang dicari sejak Jumat (24/3/2023) lalu, maka operasi SAR ditutup dengan breafing.
“Seluruh satuan yang terlibat dalam pencarian korban dikembalikan ke satuannya masing-masing untuk kembali bersiaga,” tutup Riqi. (Zul)
Editor : Risa Busam.ID








