BBM Naik, Harga Bahan Pokok Masih Stabil

BusamID
pedangan cabai di salah satu pasar tradisional di Samarinda. dit

Samarinda, Busam.ID – Harga sejumlah bahan pokok mulai menanjak naik di pasaran seiring Presiden RI Jokowi resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

H Ariffin, salah seorang pedagang cabai di salah satu pasar tradisional di Samarinda mengatakan, untuk sementara memang belum ada dampak atas naiknya BBM subsidi tersebut terhadap harga bahan pokok di pasar, hanya saja harga ada naik tapi jauh sebelum kenaikan BBM subsidi itu dinaikkan resmi oleh pemerintah.

“Kalau untuk kenaikan sekarang belum ada, harga cabai ada kenaikan di angka Rp 5.000 rupiah, cuma naiknya ini jauh sebelum ada kenaikan harga BBM, dan untuk di pasar sementara belum ada kenaikan harga, kalaupun ada kenaikan itu masih di angka wajar”, ujar H. Ariffin.Terkait hal itu, Muhammad Fachri Anshari, Kepala Bidang (Kabid)

Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda mengatakan, saat ini belum ada kenaikan harga bahan pokok, dan harga masih stabil di pasaran bahkan ada deflasi (penurunan harga).

” Dalam beberapa minggu ini kondisi masih stabil, malah kalau hampir di seluruh Kaltim ini ada deflasi, saya juga sudah perintahkan staf-staf saya untuk memantau setiap hari di 12 pasar yang kita kelola, saya perintahkan karena ada kenaikan BBM pasti akan berimbas, untuk sementara belum ada pergerakan, belum berdampak kemungkinan masih ada stok-stok lama,” kata Fachri, Selasa (6/9/2022).

Bahkan menurutnya, apabila terjadi kenaikan, pihaknya sudah menyiapkan kebijakan terkait masalah naiknya harga bahan-bahan pokok yang merupakan imbas dari naiknya harga BBM subsidi, salah satunya ialah dengan refocusing anggaran dan mengadakan pasar murah.

“Pemerintah sudah membuat suatu kebijakan berkait dengan refocusing yang ibaratnya untuk menjaga jangan sampai ada inflasi, kami juga persiapkan kemungkinannya, kami akan melaksanakan semacam pasar murah di sepuluh titik Kecamatan, dan kami minta mereka menjual harga di bawah harga toko dan kami akan lebih fokus di pelosok-pelosok ibaratnya untuk masyarakat yang jaraknya jauh dari toko-toko atau tempat berjualan,” ujarnya.

Masyarakat pun dimintanya untuk tidak khawatir, pemerintah akan hadir untuk ini, dan Pemerintah Pusat juga sudah meminta Kepala Daerah untuk mengawasi inflasi, jangan sampai terjadi ada lonjakan-lonjakan harga, dan apabila itu terjadi pemerintah akan berusaha menekan harga dan sudah ada kebijakan yang bisa mengantisipasi hal tersebut. (dit)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *