Balikpapan, Busam.ID -Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak semua pihak untuk bersinergi mewujudkan Ketahanan Pangan di Kutim. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Diskusi Terpumpun Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kutai Timur tahun 2023, Rabu (29/11/2023).
“Ketahanan Pangan merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Kita harus menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan merata bagi seluruh masyarakat,” ucap Ardiansyah.
Berdasarkan hasil IKP Kutim tahun 2023, indeks Ketahanan Pangan Kutim berada pada angka 63,27. Angka tersebut menunjukkan bahwa Ketahanan Pangan Kutim masih dalam kategori sedang.
Ardiansyah mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan Ketahanan Pangan Kutim masih dalam kategori sedang. Salah satunya adalah masih adanya kendala dalam produksi pangan.
“Produksi pangan di Kutim masih belum maksimal. Masih ada beberapa komoditas pangan yang masih impor,” ungkap Ardiansyah.
Demi meningkatkan Ketahanan Pangan, Ardiansyah mengajak semua pihak untuk bersinergi. Pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta harus bekerja sama dalam meningkatkan produksi pangan.
“Kita harus meningkatkan produksi pangan lokal. Kita juga harus meningkatkan konsumsi pangan lokal,” timpal Bupati Kutim.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan. Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk menjaga ketersediaan pangan di Kutim.
“Kita akan terus berupaya untuk menjaga ketersediaan pangan, baik melalui produksi maupun impor,” kata Ardiansyah.
Diskusi Terpumpun IKP Kutim tahun 2023 ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Badan Pangan Nasional dan berbagai pihak terkait. Dalam diskusi tersebut, berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan Kutim dibahas.
Salah satu upaya yang dibahas adalah pengembangan komoditas pangan lokal. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan kepada petani untuk mengembangkan komoditas pangan lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan lokal. (Nan/AdvKutim)
Editor : A Risa


