Cek Upal atau Uang Asli dengan 3D

BusamID
Cek Upal atau Uang Asli dengan 3D. Foto : Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Terkait temuan kasus peredaran uang palsu (upal), masyarakat diminta lebih hati-hati bertransaksi. Sebagaimana disampaikan Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo, dalam konrenensi pers dengan insan media Senin (29/11).

Menurut Gulo, tertangkapnya MT (31) warga Tenggarong Seberang yang membuat dan mengedarkan upal sejak tahun 2019, mengindikasikan bahwa uang palsu buatan MT lebih halus dan tidak gampang dikenali karena sama-sama memakai mol BI di setiap lembaran uangnya.

“Bayangin buat upal dari 2019 dan baru tertangkap dua tahun kemudian, pasti uang buatan MT ini secara kasat mata mirip aslinya,” ungkap Gulo dikonfirmasi terpisah.
Dari itu, karena kejahatan makin canggih, masyarakat pun diminta lebih melek informasi dalam mengenali upal. Sebagaimana dilansir dari keterangan BI mengenai ciri-ciri uang palsu, secara kasat mata kita bisa mengenali upal dengan tindakan 3D.

Pertama Dilihat

Untuk memeriksa uang asli atau palsu, maka bisa dengan memastikan warna uang tampak terang dan jelas. Terdapat benang pengaman dan logo BI yang dapat berubah warna bila dilihat dari sudut pandang berbeda dengan cara digerakkan ke atas, bawah, atau samping. Lihatlah keberadaan benang tersebut dengan seksama. Kemudian, terdapat tulisan BI yang tersembunyi dapat dilihat pada sudut pandang tertentu. Oleh karena perlu memposisikan sudut pandang kita untuk mencari ciri kasat mata ini, caranya bisa dengan membolak-balikkan uang dengan perlahan. Selain itu, akan tertera cetakan berupa garis-garis lurus dalam bidang tertentu yang akan menimbulkan efek warna pelangi apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.

Kedua Diraba

Cara selanjutnya menilai asli atau palsu uang yang diterima adalah dengan merabanya. Dengan meraba permukaan uang kertas di bagian angka nominal, huruf terbilang, gambar utama dan lambang negara burung Garuda. Bagian-bagian tersebut akan terasa kasar bila diraba. Ada pula kode tertentu untuk mengenal jenis pecahan bagi tuna netra, yang juga akan terasa kasar bila diraba.

Ketiga Diterawang

Saat diterawang, uang rupiah asli akan menampilkan tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan dan gambar saling isi yang membentuk logo BI. Selain itu, akan terdapat tulisan yang berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar. Ada pula metode lain untuk membuktikan cetakan yang tidak kasat mata pada uang. Caranya dengan meletakkan uang kertas di bawah sinar UV.

Di bawah sinar UV, cetakan kasat mata serta nomor seri uang akan memendar di bawah sinar UV. Mengenali ciri uang Rp 100.000 Lihat Foto Ilustrasi(Shutterstock) Cara membedakan uang asli atau palsu juga bisa ditengarai dari ciri-cirinya. Pada uang kertas Rp 100.000, di bagian depan akan ada gambar wajah Presiden Indonesia pertama Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, dan wakilnya Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta.

Sementara, di bagian belakangnya terdapat seorang penari Tari Topeng Betawi. Terdapat pula gambar kepulauan Raja Ampat yang terletak di Sorong, Papua. Di sudut atas bagian belakang, ada gambar Bunga Anggrek Bulan, yang merupakan salah satu bunga nasional Indonesia. Bunga ini pertama kali ditemukan oleh ahli Botani Belanda, bernama Carl Ludwig Blume. Ukuran uang kertas Rp 100.000 adalah 51×65 mm yang dicetak dengan perpaduan warna merah, merah muda, dan jingga.

Namun, pecahan ini didominasi warna merah muda. Ada benang pengaman seperti dianyam pada uang, tanda air, gambar tersembunyi multiwarna, gambar tersembuyi bertuliskan BI, kode tuna netra dan gambar saling isi. (berbagai sumber)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *