Citarasa Nusantara dengan Sentuhan Timur Tengah

Busam ID
Martabak Bakar Caca Handika. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Aroma rempah yang menguar dari wajan panas menjadi penanda kehadiran martabak bakar milik Caca Handika. Di setiap kesempatan berjualan, racikan khasnya kerap mengundang antrean pembeli yang penasaran dengan cita rasa berbeda dari martabak pada umumnya.

Caca mengaku telah menekuni usaha itu selama kurang lebih 10 tahun. Awalnya, dagangannya hanya dikenal sebagai “martabak isi” biasa. Namun sekitar 5 tahun terakhir, ia memberi nama “martabak bakar” agar lebih mudah diingat dan memiliki identitas tersendiri.

“Setelah ada namanya, orang jadi lebih kenal. Oh, ini martabak bakar,” ujarnya.

Keistimewaan martabak buatannya terletak pada lapisan telur yang tebal tanpa campuran air. Untuk isiannya, Caca memadukan kentang, wortel, daging ayam dan sapi yang dimasak dengan sekitar 12 jenis rempah, seperti jintan, kapulaga hijau, cengkeh, pala, lada hitam dan lada putih.

Ia sengaja memadukan bumbu khas Nusantara dengan sentuhan Timur Tengah demi menghadirkan rasa yang unik. Meski bukan berasal dari Timur Tengah, menurutnya, inovasi rasa penting agar produknya memiliki ciri khas.

“Kalau sudah lama jualan, harus lebih enak. Jadi kita terus inovasi, termasuk memperbanyak telur dan menjaga kualitas bahan,” jelasnya.

Proses pembuatannya cukup panjang. Dari penyiapan bahan hingga memasak dengan rempah membutuhkan waktu sekitar 25 menit jika dimulai dari nol. Namun untuk adonan setengah matang, pembeli hanya menunggu sekitar 5–10 menit. Semua bahan digoreng terlebih dahulu agar lebih tahan lama dan tidak mudah basi.

Untuk harga, varian ayam dibanderol Rp30 ribu, sementara daging Rp35 ribu. Dalam sehari, omzetnya bisa mencapai Rp4 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp2 juta, terutama saat momentum Ramadan atau event pasar rakyat.

Selain berjualan di event tertentu, Caca juga rutin mangkal di kawasan Stadion Sempaja setiap Minggu pagi, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 Wita.

Bagi Caca, martabak bakar bukan sekadar dagangan, melainkan hasil perjalanan panjang dari resep turun-temurun yang terus ia kembangkan. Dari dapur tradisi Banjar hingga sentuhan rempah lintas budaya, ia membuktikan inovasi sederhana mampu menghadirkan rasa yang berkesan di lidah pelanggan. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *