Daya Tampung SMA/SMK Di Balikpapan Masih Dibawah 50 Persen

BusamID
Suasana penbelajaran di sekolah di Balikpapan. (ist)

Balikpapan, Busam.ID – Tingkat daya tampung siswa dari sejumlah sekolah dari SMK maupun SMK di Kota Balikpapan masih di bawah 50 persen. Hal ini tentunya menjadi permasalah setiap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Balikpapan.

Akibatnya minimnya kapasitas sekolah negeri.

“Untuk saat ini tingkat penyerapan Sekolah Negeri baik itu SMA ataupun SMK bisa mencapai 49 persen. Makanya kami mendukung untuk pembangunan SMKN 7, supaya ditingkatkan lagi,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Balikpapan Imam Suja’i, Rabu (21/9/2022).

Ia menyampaikan, untuk saat ini memang untuk pendirian sekolah baru tidak gampang, karena memang pendirian sekolah untuk SMA dikurangi di wilayah perkotaan, kecuali di daerah 3T ( tertinggal, terdepan, dan terluar). Untuk saat ini, pemerintah lebih fokus untuk mendorong pendirian sekolah SMK dibandingkan SMA.

“Alangkah baiknya, dilakukan kalkulasi. Sekarang kebijakan untuk membangun sekolah-sekolah SMA di kota-kota itu sangat sulit, karena memang diarahkan untuk dimasukkan ke SMK dengan perbandingan 60 persen dan SMA 40 persen,” ujarnya.

Untuk saat ini, ia menyebutkan keberadaan secara fisik sekolah SMA di Kota Balikpapan sudah bisa dikatakan mencukupi.

Untuk Kecamatan Balikpapan Kota itu ada SMA 1, untuk Kecamatan Balikpapan Barat itu ada SMA 3 dan SMA 8. Sedangkan di Kecamatan Balikpapan Utara ada SMA 6 sama SMA 9.

Di Balikpapan Timur ada SMA 7 dan di Balikpapan Selatan ada SMA 4 sama SMA 5.

“Memang untuk Balikpapan Tengah ndak ada karena itu adalah daerah pengembangan kecamatan, Tapi dia bisa ke SMA 1 bisa, SMA 2 bisa,” jelasnya.

Sedangkan untuk SMK di Kecamatan Balikpapan Utara itu ada dua, SMK 6 sama SMK 2. Di Balikpapan Timur, ada SMK 5 sedangkan di Balikpapan Selatan ada SMK 1, SMK 3 dan SMK 4. Sedangkan yang tidak ada SMK itu di Kecamatan Balikpapan Barat.

“SMK ada 6, SMA ada 9, SLB ada 1. Kalau kita berbicara jumlah sekolah antara negeri dan swasta cukup,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri diarahkan untuk bersekolah di swasta, karena juga tidak kalah kualitasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *