Delapan Pelajar Baku Pukul Gara-gara Geberan Motor

BusamID
Delapan Pelajar Baku Pukul Gara-gara Geberan Motor. Foto : Istimewa

Satu Luka Lebam, Videonya Viral di Medsos

Samarinda, Busam.ID – Ketersinggungan kerap memicu konflik. Ini pula terjadi pada 8 pelajar SMP yang akhirnya baku pukul, setelah salah seorang di antara mereka tersinggung dengan geberan gas sepedamotor temannya. Alhasil delapan pelajar yang terbagi dua kelompok itu tawuran. Menyebabkan salah seorang di antara mereka luka lebam dan punggung terkena bogem mentah temannya.

Peristiwa tawuran antar pelajar itu direkam teman mereka yang memilih tidak terlibat dalam perselisihan tersebut. Video itu lantas diunggah ke medsos, menarik banyak pihak untuk menontonnya bak tayangan drama dalam sinetron. Video itu kemudian viral terutama di lingkungan bubuhan Samarinda.

Peristiwa tawuran antar pelajar itu terjadi di Jalan Gaya Baru, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda Kamis (02/12/2021). Perkelahian antar bocah belasan tahun itu, melibatkan 8 pelajar. Empat orang tengah berkelahi, dua temannya kemudian ikut menyusul membantu menyerang, sedangkan 2 lainnya hanya menonton.

Peristiwa tawuran antar pelajar itu dilaporkan ke Polsek Palaran oleh warga yang melintas. Polsek Palaran segera menerjunkan anggotanya bermaksud melerai. Ketika polisi tiba di lapangan, para pelajar itu sudah menghentikan perkelahian mereka dan behamburan entah ke mana.

Kapolsek Palaran AKP Roganda dikonfirmasi peristiwa ini menerangkan, dari data yang dihimpun anggotanya, perkelahian tersebut melibatkan pelajar dari 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah hukumnya. Yakni MTS Nurul Islam, SMP Negeri 44 dan SMP Negeri 31.

“Kami memang menerima laporan ada perkelahian di sana (Jalan Gaya Baru). Tapi saat kami datangi sudah bubar,” jelas Roganda sewaktu dikonfirmasi media ini Kamis (02/12/21) sore .

Karena tawuran melibatkan anak di bawah umur, Polsek Palaran kemudian menghubungi tiga sekolah yang muridnya terlibat. Pun dengan para pelajar yang terlibat tawuran, berhasil dikumpulkan dengan pengawalan orangtua masing-masing. Mereka dikumpulkan di Mapolsek Palaran guna tindakan Penyuluhan Masyarakat. Pihak sekolah yang muridnya terlibat tawuran, ternyata tidak datang sendiri. Mereka ditemani perwakilan Diknas Kota Samarinda selaku penanggungjawab sekolah yang ada di Kota Tepian.

Dalam pertemuan di Mapolsek Palaran, Kapolsek Roganda menekankan agar sekolah masing-masing memberi sanksi tegas pada muridnya yang terlibat perkelahian. Sebab tegas Roganda, tujuan pendidikan di sekolah adalah mencerdaskan murid, bukan sebaliknya malah membuat brutal.

“Untuk sanksi itu tergantung dari pihak sekolah masing-masing. Harus diberikan sanksi agar membuat efek jera,” tegas Roganda.

Roganda membenarkan, jika perkelahiran delapan pelajar itu dipicu ketersinggungan suara geberan sepedamotor salah seorang dari mereka.

“Sebenarnya sepele, awalnya ada satu pelajar menggeber sepedamotornya, lalu ada yang tersinggung sehingga memicu perkelahian,” sebut Roganda.

Akibat perkelahian tersebut, salah satu pelajar yang sebelumnya hanya berniat untuk melerai malah menjadi korban luka. Pelajar bernama Darmansyah itu, kena bogem mentah temannya, mengalami lebam di bagian pelipis dan punggungnya.

“Satu pelajar atas nama Darmansyah mengalami lebam di pelipis dan bagian punggungnya, sudah kami bawa ke rumahsakit untuk mendapatkan perawatan,” pungkasnya. (vic/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *