Cantik Tak Hanya Fisik Namun Juga Attitude
Samarinda, Busam.ID – Kalimantan Timur boleh berbangga, salah satu putri terbaiknya berhasil mengharumkan nama Benua Etam di kancah nasional. Devi Ayu Permatasari (19), sukses menyabet gelar runner up 3 di ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI) 2021. Gadis asal Kampung Rukun Damai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Kalimantan Timur itu, berhasil menyisihkan puluhan peserta dari seluruh Indonesia untuk bisa menduduki peringkat ke-empat ajang pemilihan PPKI yang mengusung tagline Muda, Karakter & Berbudaya.
Tim Busam.ID berkesempatan mengundang Devi pada sebuah sesi Podcast, Kamis (1/12/21) di studio Busam.ID, Jalan Wahid Hasyim 1 No.17B Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Dari total 20 menit durasi sesi podcast tersebut, cukup banyak hal yang tim Busam.ID dapatkan. Devi menceritakan bahwasanya ia tidak bisa mendapatkan gelar runner up 3 Puteri Kebudayaan Kaltim 2021 sendiri, tanpa didampingi dua sosok mentor yang andal, Ibunda Mei Christy dan Adit.

“Segala prosesnya dapat saya lalui, dari awal hingga akhir saya gak bakal bisa mendapatkan kepercayaan diri tanpa bantuan kedua mentor saya, Bu Mei & Adit,” papar Devi.
Devi menjelaskan, sebelum mewakili Kaltim dalam ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2021, Devi sudah terpilih menjadi Dinda Persahabatan Budaya Kaltim 2021 di Swiss-Bell Hotel Balikpapan.
Devi pun lantas menceritakan perjuangannya hingga mencapai titik sekarang. Cukup banyak rintangan dilaluinya, bahkan sempat down saat proses ajang tersebut sudah ditahap final.
“Di ajang pemilihan ini saya diajarkan, good looking atau kecantikan fisik tidak menjadi faktor utama. Kompleks banget pokoknya, mulai dari wawasan, pemahaman budaya kita dan tentunya attitude (sikap) merupakan hal yang sangat dinilai penting pada ajang kontes tersebut,” tukas Devi.
Devi berharap dirinya dapat menjadi sosok yang bisa memotivasi perempuan-perempuan lainnya, membawa visi misi untuk memperkenalkan dan mengedukasi bahwa kebudayaan tidak boleh dilupakan, melainkan sesuatu hal yang harus selalu diingat, diangkat dan diperkenalkan kepada khalayak luas.
Tak luput, Devi mengeluhkan daerah asalnya yaitu Kabupaten Mahakam Ulu yang kurang mendapat perhatian dari Pemda dalam pengembangan wisata budayanya.
“Padahal masih banyak budaya, tradisi dan spot wisata yang berpotensi menjadi tren positif di masa depan, bisa dikembangkan sebagai wisata budaya dan menarik kedatangan wisatawan ke Mahulu dan Kaltim pada umumnya,” sebut Devi yang ingin menjajal ajang pemilihan putri lainnya selagi usianya masih enerjik.
Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI) 2021 merupakan sebuah ajang kontes yang berbasis pada pengembangan kebudayaan era 4.0, dengan pendiri M. Satria Nusantara, CEO PPKI. (ryan/an)








