Balikpapan, Busam.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan melakukan validasi ulang terhadap data keluarga miskin atau Gakin. Hal ini dilakukan agar program bantuan pemerintah yang disalurkan dapat tepat sasaran.
Kepala Dinsos Balikpapan,Edy Gunawan mengatakan, dalam pendataan dan validasi keluarga miskin ini, pihaknya juga turut melibatkan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang ada di Kelurahan termasuk dengan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) serta mitra kerja yang ada di Dinsos.
“Jadi kami melakukan validasi kembali keluaga miskin, kemudian kelurga sangat miskin. Mantan miskin dan lain sebagainya. Yang nantinya melibatkan RT Kelurahan, di lapangan,” ujarnya, Selasa (8/5/2023).
Alasan validasi kembali dilakukan, Edy mengatakan, karena seiring dengan berjalanya waktu bisa saja terjadi perubahan-perubahan yang tidak terduga. Semisal, terdapat Gakin dan mereka terdata mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) akan tetapi dalam suatu waktu tiba-tiba warga miskin yang dimaksud mendapatkan warisan atau bekerja ditempat yang bagus.
Sehingga secara otomatis mereka sudah mengalami perubuhan status karena sudah menjadi keluarga yang mampu.
Begitupun sebaliknya, ada warga yang sebelumnya mampu akan tetapi kena PHK atau kena penyakit sehingga tidak mampu membayar kebutuhan berobat dan sebagainya. Sehingga menjadikan mereka masuk dalam kalangan keluarga yang kurang beruntung.
“Itukan perlu didata ulang. Belum lagi ada yang meninggal dan sudah ada yang pindah. Ini perlu ada verifikasi data kembali,” jelasnya.
Ia juga mengganggap, jika pihaknya hanya mengacu pada data nasional yang diketahui pertahun baru dilakukan verifikasi. Ia, mengkhawatirkan jumlahnya tidak sesuai dengan yang ada, apalagi ditambah dengan persyaratan yang berbeda. “Makanya kami menyesuaikan dengan kondisi kota Balikpapan,” bebernya.
Untuk Validasi data dari Dinsos, Edy Gunawan terangkan, Idealnya itu biasnya dilakukan setiap 1 tahun itu harus ada verifikasi atau per 6 bulan sekali.
Apalagi menjelang pemilu, data harus menggunakan by Name by Address berarti harus valid. Sehingga nantinya, segala bantuan yang berbentuk sosial, betul- betul sesuai dengan sasaran yang dibutuhkan masyarakat yang memang berhak mendapatkannya.
“Karena memang masih banyak keluhan masyarakat yang merasa berhak, dan mempertanyakan kenapa orang yang mampu malah mereka yang mendapatkan bantuan,” ucapnya.
Untuk jumlah Gakin di Balikpapan, untuk keseluruhan totalnyabberjumlah 53 ribu dari data yang ada.
Akan tetapi hasil dari verifikasi yang ada mungkin dari data bersih yang sesuai dengan Dinsos mungkin bisa kurang jadi 30 ribu jadi 40 ribu.
Karena saat ini proses masih verifikasi pendataan dilapangan. Untuk itu dirinya berharap dalam waktu dekat ini, dibulan 6 -7 pihaknya sudah bisa mendapatkan data yang sangat valid.
“Karena kami juga bekerja sama dengan BPS untuk melibatkan semua stakeholder yang ada di bawah. Mudah-mudahan bulan depan kami bisa mendapatkan data yang valid tentang kebutuhan masyarakat yang ada di Balikpapan,” pungkasnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir









