Samarinda, Busam.ID – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) baru saja menggelar acara pelatihan pertanian bahan olah ramah lingkungan bagi penyuluhan pertanian swadaya (PPS), di UPTD Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Agenda ini digelar secara bertahap dan masih berlangsung di Samarinda, untuk memberikan kesempatan belajar lebih intensif bagi setiap kelompok peserta.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sekitar 60 orang perwakilan dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara, termasuk salah satu peserta dari Kecamatan Marangkayu, Neneng Munawaroh. Usai menghadiri kegiatan, ia berharap membawa perubahan positif bagi para petani di daerahnya.
“Kami sudah lama ingin mencoba metode yang lebih ramah lingkungan, tetapi masih banyak yang belum paham tentang bagaimana menerapkannya,” kata Neneng.
Ia juga menjelaskan bahwa selama ini para petani di Marangkayu banyak bergantung pada penggunaan zat kimia dalam proses bertani. Namun, setelah mengikuti pelatihan, dirinya menyadari manfaat dan urgensi untuk beralih ke metode pertanian organik yang lebih berkelanjutan.
“Pelatihan ini membuka mata kami tentang dampak jangka panjang dari bahan kimia pada lingkungan dan kesehatan. Metode pertanian organik yang diajarkan sangat menarik, karena tidak hanya menjaga tanah tetap subur, tetapi juga mengurangi pencemaran dan menjaga keberlanjutan lahan,” jelasnya.
Sebagai petani swadaya yang selama ini banyak belajar secara otodidak, Neneng merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ia mengatakan, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan terstruktur mengenai pertanian ramah lingkungan.
“Kami, para petani swadaya, biasanya belajar dari pengalaman atau melihat praktik petani lain. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami mendapatkan dasar ilmu yang lebih kuat. Tidak hanya soal teknis, tetapi juga pemahaman menyeluruh tentang pertanian yang berwawasan lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, Neneng juga menyebutkan bahwa salah satu topik menarik dalam pelatihan ini adalah pemanfaatan bahan-bahan alami untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Menurutnya, penggunaan bahan alami dalam pertanian tidak hanya baik bagi tanaman dan hasil panen, tetapi juga berpotensi menekan biaya produksi yang sering kali membebani para petani.
“Pertanian organik bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hasil panen. Kami sangat optimis bahwa praktik ini dapat membuat kami lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan iklim dan pasar,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


