Samarinda, Busam.ID – Setelah berbagai aksi demo, akhirnya jalan penghubung jembatan Mahulu di Loa Buah Samarinda akan segera dibenahi. Pemangku yang mengurusi jalan ini ternyata Pemkot Samarinda. Khusus untuk Jalan Teratai ini, Pemkot Samarinda sudah mengalokasikan dana perbaikan agar poros akses ekonomi ke Kota Tepian itu kembali mulus. Rencananya, antara bulan Februari-Maret, Jalan Teratai akan disemenisasi dengan anggaran Rp5 M.
Jalan yang menjadi akses kendaraan pengangkut logistik serta lalulintas masyarakat Samarinda Seberang itu kondisinya sudah beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang, menimbulkan keresahan bagi para pengendara.
Meski Jembatan Mahulu merupakan tanggungjawab Pemprov, namun jalan penghubung menjadi wewenang Pemkot Samarinda. Hal ini disampaikan Muhammad Muhrin selaku Kepala Sesi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim Bidang Binamarga.
Dihubungi Senin (10/01/22), Muhrin menyebutkan jika Jalan Teratai ditangani oleh UPTD Wilayah II dalam hal ini Pemkot Samarinda sehingga PUPR Kaltim tidak berwenang dalam mengurusinya. Ditambahkan, Jalan Teratai tidak masuk dalam SK Gubernur sebagai Jalan Provinsi sehingga selama ini tidak ada alokasi anggaran untuk perbaikan, penanganan maupun perawatannya.
“Jadi kalau Jalan Teratai itu wewenangnya UPTD Wilayah II ya. Karena di SK Gubernur tidak tercantum Jalan Teratai masuk dalam daftar jalan provinsi,” jelas Muhrin.
Disisi lain, melalui Budi Santoso dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Binamarga Kota Samarinda menyebutkan, bahwa Jalan Teratai di tahun 2022 ini akan segera mendapatkan perbaikan.
Budi menjelaskan jika Wali Kota Samarinda Andi Harun telah memberi arahan kepada pihaknya untuk segera melakukan percepatan pengerjaan Jalan Teratai.
“Iya jadi untuk Jalan Teratai kami sudah dapat arahan dari Pak Walikota supaya pengerjaannya dipercepat,” terang Budi.
Terkait anggaran, Budi menuturkan bahwa pengerjaan Jalan Teratai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni yang telah diusulkan sekitar Rp 5 miliar.
Namun lanjutnya, saat ini pihaknya baru menyelesaikan perencanaan yang nantinya dilanjutkan dengan pelelangan di bulan Januari tahun 2022.
Jalan Teratai sendiri akan dikerjakan dengan semenisasi ketebalan 30 cm. Untuk Target pengerjaannya diupayakan mulai berjalan pada Februari atau Maret mendatang.
“Kami upayakan Februari atau Maret sudah bisa dikerjakan. Untuk tebalnya 30 cm sedangkan panjangnya kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelas Budi. (kaka nong/an)








