Samarinda, Busam.ID – Pemungutan Suara Ulang (PSU) dipastikan terjadwal digelar, Sabtu (24/2/2024) besok secara serentak. PSU tersebut rupanya bukan hanya sekedar pencoblosan ulang, justru dugaannya saat ini menjadi ajang untuk jual-beli suara antara para Caleg dan Masyarakat yang berpeluang duduk di Parlemen. Bahkan informasinya, ada yang sampai mematok satu suara senilai Rp 1 juta.
Untuk diketahui ada sebanyak 7 TPS PSU di Samarinda, yaitu TPS 95 Kecamatan Sungai Kunjang, TPS 17 dan 4 Kecamatan Sungai Pinang, TPS 1 dan 3 Kecamatan Samarinda Seberang, TPS 61 Kecamatan Samarinda Utara, dan TPS 46 Kecamatan Sambutan.
Dari ketujuh TPS PSU tersebut, sejumlah Caleg masih akan menunggu hasilnya nantinya, terutama mereka yang persaingan suaranya masih ketat dengan Caleg lainnya. Karena itu lah TPS PSU diduga kuat menjadi ajang jual-beli suara, karena hasilnya sangat menentukan diantara Caleg yang bersaing ketat tersebut.
Terkait dugaan tersebut, Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin mengakui, pihaknya belum ada mendengar dan mendapatkan laporan akan hal tersebut. Dan jika memang terjadi, pihaknya akan melakukan penulusuran.
“Belum ada dengar, tadi sore baru saja saya dari TPS 1 dan 3 di Samarinda Seberang, tapi tak ada dapat informasi itu. Dan jika ada, tentu kami akan melakukan penindakan. Jika masyarakat mengetahui juga bisa melapor ke kami sebagai saksi. Terkait sanksi tentu akan sesuai dengan undang-undang pemilu,” ucapnya.
Dirinya juga menyebut, agar masyarakat dapat menjaga situasi di Pemilu 2024 yang sedang panas-panasnya. Dan menjaga agar PSU ini berjalan aman dan lancar.
Sementara Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat enggan memberikan komentarnya, dikarenakan dia mengaku bukan ranahnya. Dirinya menyebut, saat ini tengah fokus untuk mempersiapkan berjalannya proses PSU tersebut lancar.
“Bukan ranah kami. Kami hanya imbau masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya di PSU besok dengan benar sesuai dengan DPT yang tercantum. Dan bagi masyarakat yang hanya ingin mencoblos bermodalkan KTP tidak diperkenankan, melainkan harus sesuai daftar DPTnya. Mari kita jaga PSU besok agar berjalan lancar,” tutupnya. (Adit)
Editor: M Khaidir


